Diganti Kartu Digital, Kementerian Agama Stop Penerbitan Buku Nikah

oleh -
Diganti Kartu Digital, Kementerian Agama, Stop, Penerbitan, Buku Nikah, KUA, Kemenag RI,
Ilustrasi Kartu Nikah Digital - Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam Kemenag, Jajang Ridwan membenarkan penyetopan penerbitan kartu nikah fisik per Agustus 2021 ini.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Kementerian Agama (Kemenag) RI menghentikan penerbitan buku nikah. Sebagai gantinya, Kemenag RI meluncurkan kartu nikah digital yang sudah dirilis pada akhir Mei 2021.

Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam Kemenag, Jajang Ridwan membenarkan penyetopan penerbitan kartu nikah fisik per Agustus 2021 ini.

“Selanjutnya Kemenag meluncurkan kartu nikah digital,” ujar Jajang dalam acara ‘Curhat Seputar Kartu Nikah dan Buku Nikah’ yang digelar secara virtual, kemarin (6/8/2021).

Acara tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Dilangsungkan via zoom dan akun Youtube Ditjen Bimas Islam TV, diikuti para kepala KUA, penghulu, penyuluh, dan masyarakat umum.

BACA JUGA: Nah Lho, Berkunjung ke Malioboro Kini Harus Punya Kartu Vaksin

Menurut Jajang, penggantian kartu nikah fisik menjadi digital sesuai Surat Ditjen Bimas Islam B-2361/Dt.III.II/PW.01/07/2021 terkait Penggunaan Kartu Nikah Digital. Surat ini ditandatangani Plt Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam, Muhammad Adib Machrus.

“Dalam Surat Edaran Ditjen Bimas Islam tersebut dijelaskan, mulai Agustus 2021 Kemenag tidak lagi menerbitkan kartu nikah secara fisik. Sementara kartu nikah fisik yang tersisa akan kami habiskan,” ujarnya.

Layanan kartu nikah digital bisa diakses di semua KUA yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah Web). Saat ini hampir 100 persen KUA sudah bisa mengakses Simkah Web.

Cara mendapatkannya, pasangan calon pengantin mengisi formulir pendaftaran nikah melalui Simkah Web di www.simkah.kemenag.go.id. Lalu mengisi data dengan lengkap, termasuk nomor telepon dan alamat email yang masih aktif.

Jajang menjelaskan, setelah pasangan pengantin selesai melaksanakan akad nikah, kartu nikah digital akan dikirim melalui email dan nomor WhatsApp yang telah didaftarkan melalui Simkah dalam bentuk tautan atau ‘link’.

Kartu nikah digital tidak hanya bisa dimiliki oleh pasangan baru nikah. Pasangan yang sudah lama menikah juga bisa mendapatkannya. Proses pengurusannya tidak membutuhkan banyak syarat administrasi. Tahapan pengajuan kartu nikah digital bagi pasangan lama meliputi:

  1. Datang ke Kantor Urusan Agama tempat menikah.
  2. Data pernikahan dimasukkan ke dalam web Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah).
  3. Kartu nikah digital akan dikirim melalui email dalam bentuk soft file.

Jajang menegaskan, kartu nikah digital merupakan layanan baru dari Kemenag untuk mempermudah pasangan pengantin membawa dokumen nikah. Hadirnya dokumen nikah dalam bentuk digital membuat pasangan pengantin tidak perlu repot membawanya bepergian.(Siberindo/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.