Diduga Trauma Dianiaya Geng Vembajak, Satu Siswa MTs Pembangunan Pilih Pindah Sekolah

oleh -
Ilustrasi Kekerasan Pada Anak
Ilustrasi Kekerasan pada anak/net

TANGERANG SELATAN,REDAKSI24.COM—Diduga karena mengalami trauma,AD satu dari 9 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Akibat penganiayaan yang dilakukan 5 seniornya yang tergabung dalam Geng Vembajak membuat dirinya memilih untuk pindah sekolah.

Kepindahan salah satu siswa korban penganiayaan tersebut dibenarkan Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika. Edy mengatakan  saat dimintai keterangan  salah satu orang tua siswa mengaku telah memindahkan sekolah anaknya.

“Benar ada satu siswa yang pindah sekolah. Namun alasan pasti kami tidak mengetahuinya mungkin trauma atau yang lainnya. Tapi yang pasti siswa itu turut menjadi korban juga,” kata Endy, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA:

Ingin Masuk Anggota Geng Vembajak, 9 Pelajar di Tangsel Bonyok Dianiaya Senior

Dalami Kasus Perundungan 9 Siswa di Tangsel, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Endy juga mengaku karena baik pelaku maupun korban masih di bawah umur, maka kasus ini telah dilimpahkan ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel. Pihak PPA pun telah meminta keterangan baik dari orang tua maupun korban.

“Saat ini kasus telah ditangani unit PPA Polres Tangsel, Kami hanya membackup saja,” ucap Endy.

Sementara itu salah satu orang tua korban mengaku  prihatin atas terjadinya kasus kekerasan yang menimpa anaknya serta rekan-rekannya yang lain. Dirinya mengaku kecewa atas lemahnya pengawasan dari pihak sekolah sehingga kasus ini bisa terjadi.

“Dengan banyaknya korban kekerasan menandakan pengawasan sekolah yang lemah. Terlebih pelaku bukan pelajar aktif tapi alumni kok bisa masuk dan melakukan kekerasan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Untuk itu dirinya pun menganggap suatu hal yang wajar jika ada orang tua siswa yang terpaksa memindahkan anaknya ke sekolah lain.

Pihak sekolah MTs MP UIN sendiri hingga saat ini tidak mau memberikan keterangan atas kejadian yang dialami sejumlah siswanya. Petugas keamanan sekolah melarang wartawan memasuki dan mendokumentasikan apapun di area sekolah.

Sebelumnya pelaku yang berjumlah 5 orang,  merekrut sejumlah siswa juniornya di (MTs) Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah termasuk ke-9 korban. Karena tak tahan dengan perlakuan seniornya, para korban lantas berupaya menghindar dan tak mau lagi bergabung ke dalam geng Vembazak.

Hal itulah yang lantas memicu kemarahan senior geng Vembazak. Pada tanggal 14 dan 15 Oktober 2019 lalu, mereka mengumpulkan korban di rumah pelaku serta di kantin sekolah MTs MP UIN. Lalu satu persatu dianiaya dengan dipukuli, diinjak-injak, dicekoki miras, hingga dipaksa melakukan tawuran sekolah. (Aan/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *