Diduga Korupsi Pasar Lingkungan Rp5 Miliar Lebih Mantan Kabid Perdagangan Kota Tangerang Ditahan

oleh -
Salah satu tersangka korupsi saat akan dijebloskan ke Rutan Pandeglang

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Mantan Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kota Tangerang dengan inisial OSS dijebloskan ke dalam tahanan, karena diduga terlibat dalam kasus korupsi pada  pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya,  Kecamatan Periuk Kota Tangerang, Banten,  yang menelan biaya Rp 5 miliar lebih.

Selain OSS, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang juga menahan tiga orang lainnya, yaitu Aa, Direktur PT Nisara Karya Nusantara, Ar Manager PT Nisara Karya Nusantara dan DI, penerima  kuasa dari Direktur PT Nisara Karya Nusantara selaku pelaksana pembangunan pasar.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Erich Folanda, Selasa (10/5) sore, keempat orang tersangka tersebut dijebloskan ke dalam tahanan karena terbukti secara bersama-sama mengerjakan kegiatan pembangunan pasar tersebut pada tahun 2017, tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Sehingga pembangunan pasar yang menggunakan APBD Kota Tangerang 2017 itu tidak bisa ditempati lantaran tidak layak pakai. “Para pedagang tidak berani menempati pasar itu karena kondisinya tidak layak,” kata Erick.

BACA JUGA: Kejari kota Tangerang Tetapkan Tiga Tersangka Pada Kasus Korupsi RS Sitanala Sebesar Rp655 juta

Atas kondisi tersebut dan laporan dari masyarakat, lanjut Erick, pihaknya bersama tim Ahli Bangunan dari Universitas Muhammadiyah Kota Tangerang melakukan audit atas fisik bangunan pasar lingkungan itu. Hasil dari penyelidikan, tambah dia,  ditemukan bahwa secara kuantitas bangunan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi, dan didapati banyak item tidak terpasang sesuai dengan kontrak. 

Karena itu, lanjut Erick, OSS yang saat ini menjabat salah satu Kabid di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang dan tiga orang tersangka lainnya, langsung ditahan dan dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Pandeglang, Banten. ” keempat tersangka kami tahan di Rutan Pandeglang selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 10 Mei 2022 sampai 29 Mei 2022 nanti,” kata dia

Mereka ditahan, kata Erick, karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak barang bukti atau menghilangkan barang bukti. Adapun dua alat bukti lainnya yang diamankan oleh Kejaksaaan Negeri Kota Tangerang, kata dia, berupa administrasi.

Akibat perbuatannya keempat tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan  UU RI No. 20 Tahun 2001, Tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan/atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) UU Tipikor Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara  5 tahun lebih. (Aan)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.