Diduga Gelapkan Dana BRI, PT Bringin Gigantara Berpotensi Rugikan Negara Puluhan Milyar

oleh -
Diduga Gelapkan Dana BRI, PT Bringin Gigantara Berpotensi Rugikan Negara Puluhan Milyar
Pengisian ATM BRI/Ilustrasi.

JAKARTA,REDAKSI24.COM–Dana Bank Rakyat Indonesia (BRI) diduga digelapkan PT Bringin Gigantara (BG) dengan modus rekayasa laporan DSR (daily service report / laporan berita acara opname kas harian). Jika terbukti maka dengan kejadian tersebut BRI yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpotensi mengalami kerugian hingga puluhan milyar rupiah oleh PT BG yang merupakan mitranya dalam bidang CRO (cash replenish outsource/pengelolaan uang cash) atau pengisian uang ATM.

Salah seorang mantan pegawai PT. BG yang minta namanya dirahasiakan mengungkapkan, indikasi Fraud berupa menggelapkan uang secara terorganisir ini diduga dilakukan jajaran TOP Management perusahaan tersebut, pasalnya laporan DSR yang dilaporkan kepada pihak BRI itu tidak sesuai atau sengaja di rekayasa.

BACA JUGA: BRI Konsisten Jadi BUMN Penyumbang Dividen Terbesar 2020 Bagi Negara

“DSR itu kan mencakup laporan jumlah pengisian uang (replenishment), jumlah sisa uang kembali (return), selisih lebih (surplus), selisih kurang (shortage), dan nihil (tidak ada selisih) dan harus sesuai dengan jumlah fisik uang, tapi kenapa saat laporan selisih lebih (Surplus) itu tidak pernah dilaporkan kepada pihak BRI. Sangat jelas yang dilakukan jajaran TOP management,” ungkapnya, Selasa (19/10/21).

BACA JUGA: Polisi Gadungan Berpangkat AKBP Lakukan Penggelapan Mobil Mewah Diciduk Polres Tangsel

Mantan pegawai BG itu melanjutkan, hal ini bisa terjadi karena mayoritas pejabat-pejabat PT Bringin Gigantara (BRICASH) dalam hal ini seluruh kepala cabang, para manajer terkait, kepala divisi dan wakil kepala divisi, beserta jajaran direksi dan direktur utama yang sebagian besar merupakan pensiunan pejabat BRI yang mengetahui celah dan kelengahan BRI.

BACA JUGA:Lelang Jasa Keuangan Digital Bank Banten Masuki Tahap Akhir

“Saya punya bukti para jajaran TOP management memasukkan uang-uang surplus tersebut ke dalam rekening giro BRI operasional kantor pusat PT Bringin Gigantara, rekening giro khusus untuk penampungan uang surplus,” terangnya.

Dalam hal ini, sambung dirinya, kerugian yang dialami negara dari sektor BUMN (Bank BRI) mencapai puluhan miliar karena dugaan fraud  yang dilakukan jajaran atas perusahaan PT BG sudah terbilang lama dan berharap adanya perhatian khusus dari Bank BRI serta pihak pihak terkait agar dugaan Penggelapan uang negara ini dapat terungkap.

“Mereka melakukan nya dari tahun 2016 lalu sampai sekarang, ya pasti untuk kepentingan pribadi, mungkin sudah puluhan milyar yang mereka curi,” ketusnya.

Sistem yang digunakan oleh pihak PT BG untuk tidak menimbulkan kecurigaan BRI, dengan membuat mesin ATM error. Jadi, lebih lanjut dirinya, jika dalam satu mesin ATM dimasukan uang sebesar Rp50 juta, dengan sistem yang dibuat oleh pihak PT BG tidak akan tertarik semua uang tersebut di dalam mesin ATM.

“Padahal di dalam uang selisih lebih (surplus) tersebut terdapat juga uang nasabah Bank yang gagal transaksi di ATM, karena saldo terpotong tetapi uang tidak keluar, uang keluar tetapi masuk kembali kedalam mesin, ataupun karena human error, faktor gagal sistem/maintenance system dan faktor-faktor lainnya yang wajib dilaporkan kepada Bank BRI. Saya harap adanya perhatian khusus dari bank BRI dan pihak terkait agar kejahatan ini dapat terungkap,” tegasnya.

Ia lebih menjelaskan, uang yang tersangkut di mesin ATM yang seharusnya menjadi laporan surplus yang harus dilaporkan pihak PT BG ke BRI itu tidak dilaporkan secara semestinya. Sedangkan PT BG sendiri mengintruskan untuk seluruh cabang agar menyetorkan ke pusat, dan selanjutnya itu menjadi kewenangan pusat.

Semua itu terbukti dalam Nota Dinas Divisi PT Bringin Gigantara Nomor: R.0011.e-CHM/LYN/VIII/2017 tanggal 24 Agustus 2017, R.0006.e-CHL/LYN/X/2016 tanggal 07 Oktober 2016, B.0084.e-KEU/KDA/VI/2018 tanggal 07 Juni 2018 yang memerintahkan seluruh kepala cabang untuk menyetorkan uang-uang surplus tersebut ke kantor pusat PT Bringin Gigantara (BRICASH) yang selanjutnya dikelola oleh manajemen pusat, namun laporan surplus itu tidak mereka laporkan ke pihak BRI,” tukasnya.

Sampai berita ini diturunkan pihak PT BG belum bisa dikonfirmasi. Direktur Utama PT BG Nunung Murdianto enggan sedikit pun memberikan klarifikasi r kepada awak media. Karena, berbagai upaya untuk melakukan konfirmasi sudah dilakukan, seperti melalui pesan singkat WhatsApp, dan mengirim surat secara resmi untuk meminta waktu kepada manajemen untuk melakukan konfirmasi tidak ditanggapi.

Untuk diketahui, PT. Bringing Gigantara adalah perusahaan vendor yang dipercaya BRI untuk melakukan pengisian uang ke ATM BRI di seluruh wilayah Indonesia dan memiliki tanggung jawab melaporkan DSR atau cash opname harian jumlah kondisi fisik keuangan kepada BRI pusat. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.