Diduga Belum Bayar Iuran Rp750 Ribu, Ketua RW 04 Perumahan Griya Kencana I Tutup PAUD Anyelir

oleh -
Aktivitas siswa-siswi PAUD Anyelir belajar di gazebo lantaran PAUD mereka ditutup.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anyelir, di Perumahan Griya Kencana I, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, ditutup oleh Ketua RW04 MAK, karena diduga belum membayar Iuran sebesar Rp750 ribu.

Akibatnya, sebanyak 17 siswa-siswi PAUD tersebut, Kamis (18/11/2021) harus pindah ke gazebo berukuran sekitar 2×3 meter untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Salah seorang pengajar PAUD Anyelir, Aini mengatakan PAUD ditutup karena belum bayar uang iuran sebesar Rp750 ribu ke kas RW. “Nggak segitunya juga, kami adalah warga di RW ini, harusnya dibantu, bukan dibebani,” kata dia.

Aini menjelaskan, PAUD Anyelir sudah memiliki izin sejak beberapa tahun lalu ketika  Wali Kota Tangerang dijabat Wahidin Halim. “Program ini masuk program pemerintah, dulu izinnya lewat pak Wali Kota WH (Wahidin Halim). Sampai beliau jadi Gubernur Banten mengizinkan posyandu dipakai untuk kegiatan PAUD. Tapi setelah ada pemilihan RW, RW yang baru tidak mendukung kegiatan tersebut,” kata Aini sembari menambahkan Ketua RW 04 meminta uang iuran itu melalui pesan singkat Whatsapp.

BACA JUGA: 216 TK di Kota Tangerang Mulai Laksanakan PTM

Lebih jauh Aini menjelaskan, pihaknya berharap anak didiknya dapat belajar seperti sedia kala. “Harapan saya anak-anak bisa kembali berafiliasi di sini. Ini kegiatan sosial bukan untuk mencari materi,” kata dia.

Sekira pukul 12.00 WIB Camat Karang Tengah Malkan Al-Masqo bersama Kabid PAUD pada Dindik Kota Tangerang Hendri Meifrison serta Sekretaris Kelurahan Pedurenan, datang ke PAUD Anyelir.

Sayangnya mereka tidak ketemu dengan Ketua RW 04, MAK yang sedang berada di luar kota. Itu diketahui setelah aparatur kecamatan dan kelurahan berkomunikasi melalui telepon genggam dengan MAK. 

Camat Karang Tengah Malkan Al-Masqo mengatakan persoalan tersebut timbul karena kurangnya komunikasi. “Perlu ada jalinan komunikasi yang bagus, sebenarnya belum ditutup sih. Saya sudah ketemu PAUD-nya, Posyandunya sudah, RW cuma sekarang ada kegiatan yang nggak bisa ditinggalkan. Namun  RT setempat  sepakat aga PTM akan bisa dilaksanakan di PAUD itu,” jelasnya.

Malkan mengungkapkan terkait dugaan pungutan yang dilakukan Ketua RW 04 sebesar Rp750 ribu pihaknya akan melakukan pengecekan. “Saya juga belum jelas, nanti akan kita coba cek kembali apakah itu ada pungutan apakah cuma isu dan sebagainya. Nanti akan kita cek lagi, yang pasti segeralah akan diselesaikan masalah ini,” katanya.

Sementara itu Kabid PAUD pada Dindik Kota Tangerang Hendri Meifrison menambahkan belum dibukanya PAUD Anyelir tidak menghambat proses PTM siswa-siswi di PAUD tersebut.

“Terkait PTM di sekolah ini kita usahakan tetap berjalan di dalam ruangan atau diluar. Karena metode di PAUD, pembelajaran itu tidak harus di dalam ruangan, melainkan di sekitar lingkungan juga  bisa,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.