Dibutuhkan Kolaborasi Tokoh Lintas Negara Untuk Kemerdekaan Palestina

oleh -
konfrensi asia afrika 66, lintas negara, palestina, kolaborasi, dinna wisnu, tokoh, praktisi hubungan internasional,
Praktisi dan Pengajar Hubungan Internasional Synergy Policies, Dinna Wisnu.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Kolaborasi antara tokoh-tokoh politik lintas negara dibutuhkan untuk menghidupkan semangat Konferensi Asia Afrika (KAA), terutama dalam mendorong kemerdekaan bagi Palestina.

“Palestina hingga kini menjadi satu-satunya negara yang hadir pada Konferensi Asia Afrika di Bandung yang belum menikmati kemerdekaannya,” kata Praktisi dan Pengajar Hubungan Internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Praktisi Hubungan Internasional yang akrab disapa Dinna Wisnu itu menyampaikan seruan tersebut menjelang peringatan KAA yang ke 66 pada 18 April 2021 di Bandung, Jawa Barat.

“Nasib Palestina masih memprihatinkan. KAA ini kehilangan greget karena negara-negara terlalu percaya kerja sama dengan negara-negara besar akan berujung pada pemberian kemerdekaan dan pengakuan atas kedaulatan Palestina,” kata Dinna.

Alih-alih pemberian kemerdekaan dan pengakuan tersebut, lanjutnya, justru malah terbukti negara-negara besar ternyata selama bertahun-tahun hanya sebatas mengedepankan kepentingan sepihak. Ia pun menegaskan menghidupkan kembali semangat KAA membutuhkan kolaborasi dari tokoh-tokoh politik lintas negara.

“Apakah para tokoh politik dari negara-negara penandatangan Deklarasi Bandung mau menginvestasikan waktu dan perhatiannya untuk membangun solidaritas tersebut?” imbuh Dinna.

BACA JUGA: Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR di Ponpes Ar Ruhama Tangerang, Ananta Wahana Puji Sikap Nasionalis Warga NU

Indonesia sendiri terus menyatakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina, yang kerap disuarakan dalam berbagai kesempatan. Salah satunya dalam Sidang Majelis Umum ke 17 Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September 2020 lalu.

Saat itu Presiden Joko Widodo menekankan dukungan Indonesia untuk Palestina dan menggaungkan persamaan derajat semua negara yang ditegaskan oleh Presiden Soekarno dalam Konferensi Asia Afika di Bandung tahun 1955 silam.

Dia mengatakan hingga hari ini, Dasa Sila Bandung, yang merupakan hasil pertemuan KAA pertama yang berisi 10 poin, masih sangat relevan, termasuk dalam penyelesaian perselisihan secara damai, pemajuan kerja sama, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Adapun Kemanusiaan dan Solidaritas menjadi tema yang diangkat Kementerian Luar Negeri RI dalam memperingati 66 tahun Konferensi Asia Afrika tahun ini.

“Persamaan nasib dan semangat solidaritas yang melahirkan konferensi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika 66 tahun silam kembali menemukan relevansinya saat dunia bersama-sama membangun solidaritas untuk berjuang menghadapi pandemi,” demikian Kementerian Luar Negeri RI, dikutip dari laman resmi kemlu.go.id.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.