Diberhentikan Sepihak Kepsek, Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang  Tunjuk LBH UMT Sebagai Kuasa Hukum

  • Whatsapp
Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Pengurus Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang menunjuk tim advokasi dari  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) sebagai kuasa hukum. Langkah tersebut diambil setelah seluruh pengurus Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang diberhentikan sepihak oleh kepala sekolah.

Ketua Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang  H.Durahman mengatakan penunjukan tim advokasi dari LBH UMT ini terpaksa dilakukan pihaknya demi mendapatkan keadilan dan kepastian hukum. Pasalnya keputusan yag dilakukan kepala sekolah tersebut telah melanggar Permendikbud no 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Bacaan Lainnya

“Kami telah dianggkat secara sah pada tangga 1 Ferbruari 2020 oleh kepala sekola yang lama dengan nomor SK 421.3/II/II/SMAN30/2020. Namun tiba-tiba tanpa berdiskusi Kepala Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang yang baru, pada tanggal 20 November 2020 lalu mendomisionerkan para komite sekolah dengan SK Nomor 421.3/53/SMAN 30/XI/2020,” jelasnya H. Durahman.

Menurut H. Durahman upaya hukum ini juga dilakukan bukan semata-mata ingin mempertahankan jabatan sebagai Komie Sekolah tetapi para pengurus ingin memulihkan nama baik mereka. Karena menurut H. Durahman, sesuai aturan yang tercantum dalam Permendikbud no 75 tahun 2016, pasal 8 angka 1 dijelaskan bahwa masa jabatan keanggotaan Komite Sekolah paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. Dan di Pasal 8 angka 2 dijelaskan bahwa dengan gamblang  jika hanya ada 4 alasan keanggotan Komite Sekolah berakhir, yakni mengundurkan diri, meninggal dunia, tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan tetap dan atau dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Dari situ saja jelas, saya selaku Ketua Komite beserta jajaran Komite tidak melakukan ke 4 unsur alasan berakhirnya keanggotan. Jadi tidak seharusnya ada penggantian struktur komite. Jika kami berdiam diri maka kami termasuk diatara alasan-alasan yang dapat memberhentikan jabatan komite sekolah,” tegas.H. Durahman.   

Salah seorang Anggota Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang, Agus F Hidayat menambahkan dirinya menduga pemberhentian itu diduga karena sikap kritis komite yang mendorong pembenahan keterbukaan di sekolah.

Sebelum terjadi pemberhentian, lanjut  Agus, pihaknya beberapa kali meminta untuk berdialog membahas program dan kegiatan, mengkonfirmasi peminjaman asset yang akan digunakan proses belajar mengajar peserta didik serta menyangkut keuangan yang belum ada laporan pertanggungjawaban. 

“Hingga saat ini tupoksi selaku komite sekolah belum mendapat respons dari kepala sekolah.Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan besar, komite sekolah sebagai representatif dari orangtua/wali murid yang seharusnya menjadi mitra dalam mewujudkan sekolah yang diharapkan, namun kepala sekolah diajak berdialog saja selalu mengelak dan tidak memberikan respon yang baik,” tegas Agus.       

Sementara itu Direktur LBH UMT Gufroni, SH.MH membenarkan jika pihaknya telah ditunjuk oleh Komite Sekolah SMAN 30 Kabupten Tangerang sebagai kuasa hukum dalam kasus pemecatan sepihak oleh kepala sekolah. Pria yang masuk dalam anggota tim advokasi kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ini menjelasan setelah mendapatkan data da keterangan yang cukup, untuk langkah awal pihaknya aka lebih dahulu menempuh jalur non litigasi (non peradilan). Namun jika idak mendapatkan titik temu maka pihaknya akan mengambil jalur ltigasi dengan melakukan gugatan teerhadap keputusan Kepsek SMAN 30 Kabupaten Tangerang ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Ini harus dilakukan agar klien kami mendapatkan keadilan dan kepastian hukum,” singkat  Gufroni.(Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.