Dianggarkan Rp5 Miliar, Rapid Test di Kota Serang Menuai Banyak Penolakan

  • Whatsapp
rapid test
Ilustrasi - Dinkes Kota Serang memiliki cadangan 8000 alat rapid test.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten menganggarkan cukup besar untuk pengadaan alat rapid test dari hasil refocusing anggaran. Namun, pada pelaksanaannya justru menuai banyak penolakan dari masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, M Ikbal mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk pengadaan alat rapid test sekitar hampir mencapai Rp 5 miliar.  Rapid test, sambung Ikbal, sasarannya untuk pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), seluruh tenaga kesehatan, khususnya yang bekerja di Puskesmas dan rumah sakit.

Bacaan Lainnya

“Kemudian sasarannya kelurahan yang ada terkonfirmasi positif sampai tingkat RT, pada warga Kota Serang yang tinggal di zona merah yang kembali ke Kota Serang dan tersebar di seluruh Kota Serang,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ulama Kota Serang Menolak Rapid Test Covid-19, Juga Tolak RUU HIP

Ikbal melanjutkan, sasaran selanjurnya dari rapid test ini adalah pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) yang mempunyai pelayanan publik, seperti Lingkungan Hidup (LH), Dinas Perhubungan (Dishub). Didukcapil dan lainnya.

“Saat ini masih ada sekitar 8.000 alat rapid test di gudang farmasi Kota Serang, masih jadi cadangan. Targetnya untuk bulan Juli sampai Oktober, dengan melihat perkembangan covid-19,” jelasnya.

BACA JUGA: Positif Covid-19 Bertambah, Pemkot Serang Targetkan 22 Ribu Rapid Test

Sebelumnya, sejumlah kalangan di Kota Serang menyatakan penolakan terhadap rapid test covid-19.  Seperti warga Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen. Selain masyarakat umum, penolakan rapid test juga disampaikan kalangan ulama dari Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.