Dianggap Jadi Penghianat, DPP Demokrat Pecat 7 Kadernya

oleh -
Kudeta Partai Demokrat

JAKARTA,REDAKSI24.COM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memecat enam kadernya.Keputusan tersebut diambil setelah dalam rapat yang dilakukan Dewan Kehormatan Partai Demokrat, keenam kaer tersebut dianggap telah berkhianat dengan berupaya melakukan kudeta kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya,” ucap Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi24.com, Sabtu, (27/2/2021). 

Herzaky mengatakan keenam kader tersebut diberhentikan karena dinilai melakukan perbuatan yang merugikan Partai Demokrat. Pertama mendiskreditkan, kemudian mengancam, menghasut, mengadu domba, dan melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang serta jabatan.

“Mereka Lalu menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah serta hoaks dengan menyampaikan kepada kader serta pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat dan daerah bahwa Partai Demokrat dinilai gagal dan karenanya kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020 harus diturunkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB),” ujarnya.

BACA JUGA: AHY Sebut Ada Yang Ingin Kudeta Pimpinan Partai Demokrat

Dalam kesempatan itu juga Herzaky mengatakan, Dewan Kehormatan Partai Demokrat menyatakan tidak perlu memanggil keenam kader untuk klarifikasi. Herzaky menjelaskan hal itu sesuai dengan Pasal 18 Ayat (4) Kode Etik Partai Demokrat.

Herzaky juga mengatakan Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah berupaya memanggil Jhoni Allen Marbun untuk diklarifikasi terkait upaya kudeta tersebut. Tapi Dewan Kehormatan Partai Demokrat menyatakan permintaan Jhoni Allen tidak masuk akal.

“Tuntutan yang bersangkutan tidak masuk akal, bukan konsolidasi internal melainkan memasukkan aktor eksternal melalui KLB,” pungkas Herzaky.

Selain keenam orang di atas, menurt Herzaky, DPP Partai Demokrat juga memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat kepada Marzuki Alie. Mantan Sekjen DPP Demokrat saat masih dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY0 ini dianggap terbukti melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat.

“Sebagaimana rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat. Marzuki Alie terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya yakni menyatakan secara terbuka di media massa dengan maksud agar diketahui publik secara luas tentang kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat, terkait organisasi, kepemimpinan dan kepengurusan yang sah. Tindakan yang bersangkutan telah mengganggu kehormatan dan integritas, serta kewibawaan Partai Demokrat,” ujar Herzaky. 

 Menurut Herzky, pernyataan dan perbuatan Marzuki Alie merupakan fakta yang terang benderang berdasarkan laporan kesaksian dan bukti-bukti serta data dan fakta yang ada. Oleh karena itu, menurut Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang bersangkutan tidak perlu dipanggil untuk didengar keterangannya lagi, atau diperiksa secara khusus, sesuai dengan ketentuan Pasal 18 Ayat (4) Kode Etik Partai Demokrat. 

Berdasarkan keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat, jelas bahwa Marzuki Alie telah melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, Pakta Integritas dan Kode Etik Partai Demokrat. Tindakan Marzuki Alie sangat melukai perasaan para pimpinan, pengurus dan kader Partai Demokrat, di seluruh tanah air,” jelasnya.(Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.