Di Ujung Musim Penghujan, Puluhan Warga Tangsel Diserang DBD

  • Whatsapp
Pasien Demam berdarah
Ilustrasi Demam berdarah

KOTA TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM–Memasuki ujung musim penghujan, puluhan orang di Kota Tangerang Selatan malah menjadi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan dari 41 satu orang yang terkena DBD, sebanyak 18 orang masih anak di bawah umur.

Di wilayah kota metropolitan ini rupanya tidak sedikit warga yang menjadi korban DBD. Padahal, kemajuan di Kota Tangsel terbilang pesat. Namun, di sebagian wilayah Kota Tangsel ini masih terdapat beberapa wilayah yang rawan akan penyebaran DBD.

Bacaan Lainnya

Di Kampung Rawa Lele, Jombang masyarakat di khawatirkan dengan wabah DBD. Pasalnya di wilayah ini masih banyak terdapat aliran yang tidak bersih.

BACA JUGA:

Heri Gargarin dan Kokok Dirgantoro Jalin Komunikasi Untuk Berkoalisi di Pilkada Tangsel

Berhasil Bangun 300 Balai Warga, Walikota Airin Berharap Masyarakat Aktif Memeliharanya

Hilm, salah seorang warga Jombang mengatakan wabah DBD ini sempat menghantui wilayahnya.

“Beberapa Minggu lalu si ia banyak yang kena DBD,” ungkap dia saat dihubungi Redaksi24.com, Senin (9/3/2020).

Kata dia, menyikapi hal ini masyarakat di wilayah sekitar gencar membersihkan lingkungan dengan swadaya.

“Ya yang saya lihat si pada kerja bakti disini. Karena kemarin itu warga banyak yang takut,” ungkap dia.

Sementara itu Kepala Seksi Pelayanan Medis (Yanmed) RSU Kota Tangsel Ronald Andrianto S mengatakan saat ini pihaknya mendata sejak awal Februari 2020 hingga Maret ini penderita DBD yang dirawat di RSU bisa bertambah setiap hari.

“Angka ini belum termasuk dengan yang di rawat di puskesmas awal. Awal Februari sampai minggu pertama bulan ini, sudah ada 41 pasien DBD yang dirawat,” ungkap Ronald pada wartawan.

Kata dia, dari angka tersebut tidak semuanya merupakan warga dari Kota Tangsel. Namun ada beberapa warga yang memang berasal dari luar Tangsel.

“Ada 8 yang bukan warga Tangsel. Dari 41 pasien yang dirawat akibat DBD, laki-laki mencapai 23 orang dan pasien perempuan berjumlah 18 orang,” ucapnya.

Dia menyebut dari 41 orang yang dirawat sebelumnya, saat ini di RSU hanya tersisa 11 pasien saja.

“Jadi yang kondisinya membaik bisa pulang dan rawat jalan,” jelas Ronald.

Dia menambahkan bertambahnya penderita DBD di Kota Tangsel ini bisa saja diakibatkan oleh cuaca saat ini. Di mana musim penghujan masih terus terjadi.

“Sekarang nyamuk DBD sebenarnya tak terlalu terpengaruh cuaca karena bisa saja perkembangbiakannya terus berjalan di tempat-tempat tertentu,” ujarnya.

Dia mencontoh masyarakat yang terkena DBD ini juga biasanya terjangkit dari wilayah lain.

“Kan bisa saja misalnya sedang pergi ke daerah lain, terus di sana ada perkembangbiakan nyamuk DBD, lalu terkena gigitannya. Begitu pulang ke sini dua tiga hari langsung demam, bisa saja seperti itu,” pungkasnya. (Iqbal/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.