Di Pandeglang, Banyak Orang Yang Sudah Meninggal Masih Terima BST Covid-19

  • Whatsapp
bantuan sosial tunai
Ilustrasi - Bantuan sosial tunai dampak covid-19 di Pandeglang menuai polemik.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di sejumlah desa Kabupaten Pandeglang menuai polemik. Pasalnya, banyak ditemukan warga yang sudah meninggal dunia selama bertahun-tahun, namun masih terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dampak covid-19.

Selain banyaknya warga yang sudah meninggal masih tercantum sebagai penerima Bansos dampak covid-19, juga ditemukan data penerima ganda, seperti peserta PKH, BPNT, Jamsosratu terdata sebagai penerima BST dampak covid-19.

Bacaan Lainnya

Lantaran data calon penerima BST banyak yang tidak sesuai, seorang kepala desa (Kades) di Pandeglang, menyampaikan unek-uneknya melalui postingan akun facebooknya, Hendra Wahyudi.

Dalam postingannya, Hendra yang disebut sebagai salah satu Kades di Pandeglang itu mengatakan, “ini sebagian kecil warga yang tidak kami usulkan, karena sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Tapi kenapa muncul lagi, sumpah kami tidak mendata ke alam kubur, karena itu bukan tugas kami,” ungkap Henda Wahyudi dalam postingan di akun facebooknya.

Tidak hanya itu, dokumen penerima BST yang sudah meninggal dunia itu, juga diposting di akun facebook Kades tersebut, dengan diberi tulisan “wafat”.

“Wahai Pak Presiden Jokowi, atuh kieu carana mah kami mah diaduken jeng masyarakat pak (kalau begini caranya kami mah diadukan dengan masyarakat),” dalam postingannya lagi.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Hendra Wahyudi yang diketahui sebagai Kades Manggung Jaya, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten itu, mengaku di desanya ada sebanyak 8 orang sudah almarhum selama bertahun-tahun, tapi masih terdata dalam program penerima BST. Ada juga calon penerima ganda. Artinya, kata dia, data BST itu tidak akurat

“Ada 20 penerima BST yang dananya harus dikembalikan lagi. Lantaran orangnya sudah meninggal dunia, juga penerima dobel program,” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Lanjut Kades, untuk tahap pertama jumlah warga yang telah menerima BST dari Kemensos RI sebanyak 69 orang dari sebanyak 112 calon penerima program BST pemerintah pusat. Tapi karena ada 20 yang tidak sesuai data, penerima BST tahap pertama di desa itu jumlahnya sebanyak 49 orang.

“Saya juga tidak tahu itu data kapan. Soalnya tidak sedikit data yang tidak sesuai, katanya di desa dan kecamatan lain banyak kejadian seperti itu,” katanya.

Dikatakannya, dari jumlah penerima sebanyak 69 ornag yang bisa dicairkan sesuai peruntukannya hanya 49. Sisanya yang dianggap bermasalah diserahkan kembali ke aparatur Kecamatan Bojong.

“Ada juga jatah warga yang sudah meninggal diambil ahli waris. Yang membuat heran kenapa orang-orang yang sudah meninggal masih muncul, padahal kami tidak mengusulkan,” ujarnya.

Dia mengakui, postingan sudah diketahui Bupati dan pejabat terkait di Pandeglang . Sehingga, bakal ada pembaharuan data penerima BST dampak covid-19 yang sesuai pengajuan dari desa.

“Calon penerima BST dari pusat ada 112 orang. Bagi warga yang tidak tercover bantuan pusat akan dicover bantuan provinsi, kabupaten dan dana desa,” tuturnya.

Ketidakakuratan data penerima BST dampakm covid-19 juga terjadi di Desa Koranji, Kecamatan Pulosari, Pandeglang. Kepala Desa Koranji, Solehudin menyebut, ada sekitar 10 warganya yang sudah lama meninggal, tapi masih terdata sebagai calon penerima BST. Tak hanya itu, terdapat juga calon penerima dobel.

Solehudin menyampaikan, dalam program BST dampak covid-19, pihak mengajukan sebanyak 446 ke Kemensos. Hanya terealisasi sebanyak 136 orang. Namun akrena tidak sesuai pengajuan, pihaknya berkoordinasi dengan kecamatan agar warga yang meninggal segera diganti dengan warga yang lebih berhak menerima BST.

“Saya harap semua warga yang berhak bisa mendapatkan BST dampak covid-19. Masih ada dari provinsi, kabupaten dan dana desa, harapan kami semua bisa tercover,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.