Di Lebak, Warga yang Keluyuran Malam Hari Bakal Diisolasi 14 Hari

oleh -
isolasi keluyuran malam hari satgas COVID-19 kabupaten lebak warga lebak tes usap tes swab antigen
Satgas COVID-19 Kabupaten Lebak, bakal melakukan tes usap antigen bagi warga yang kedapatan keluar rumah pada malam hari, mulai pukul 20.00 WIB. Tes usap dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Bagi warga Kabupaten Lebak, Banten, yang tak ingin menjalani tes swab, sebaiknya tidak keluar pada malam hari. Bila masih nekat keluyuran pada malam hari, bakal dipaksa Satgas Covid-19 untuk menjalani tes usap.

Satgas COVID-19 Kabupaten Lebak, bakal melakukan tes usap antigen bagi warga yang kedapatan keluar rumah pada malam hari, mulai pukul 20.00 WIB. Tes usap dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

Apabila hasil tes usap dinyatakan positif COVID-19, akan langsung dibawa ke rumah sakit atau menjalani isolasi di tempat yang sudah disiapkan selama 14 hari.

“Kami berharap warga mematuhi kebijakan itu,” kata Komandan Satgas COVID-19 Kabupaten Lebak, Dartim kepada wartawan di Rangkasbitung, Lebak, Sabtu (10/7/2021).

BACA JUGA: Selama PKKM Darurat, Semua Destinasi Wisata di Lebak Tutup

Ia menjelaskan, kebijakan larangan warga keluar rumah tersebut guna pencegahan penularan di mana saat ini kasus COVID-19 di kota multatuli itu masih terjadi peningkatan.

Bahkan, warga yang terpapar COVID-19 di Indonesia pada Jumat (9/7) menembus 38 ribu lebih dan di atas 800 orang dilaporkan meninggal.

Untuk itu, Satgas COVID-19 Kabupaten Lebak menerapkan kebijakan pelarangan warga untuk tidak keluar rumah mulai pukul 20.00 WIB.

“Apabila terdapat warga keluar rumah di atas pukul 20.00 WIB, bakal dikenakan sanksi dengan cara menjalani tes usap antigen,” katanya.

Penindakan sanksi itu, kata dia, melibatkan tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang terdiri atas unsur Polres, Kejari, Kodim, Pengadilan Negeri, Satpol PP, dan Dinkes.

“Kami minta warga jika ada kebutuhan atau keperluan sebaiknya dilakukan sebelum jam itu,” katanya.

Menurut dia, petugas Satgas COVID-19 Kabupaten Lebak akan melaksanakan Operasi Cipta Kondisi dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Petugas, kata dia, memberikan tindakan tegas bagi pelanggaran dengan melakukan tes usap antigen terhadap warga yang terjaring operasi tersebut.

“Kami memberikan tindakan itu guna menurunkan kasus pandemi yang saat ini masih cukup tinggi,” tandas Dartim.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.