Di Kota Serang, yang Merokok Sembarangan Bakal Didenda

oleh -
Dinas Kesehatan Kota Serang membentuk Tim Supervisi sebelum menerapkan Perda KTR.

REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota Serang, Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membentuk Tim Supervisi untuk memetakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam upaya mewujudkan Kota Sehat dan Layak Anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Iqbal mengatakan, pihaknya telah mengundang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membentuk Tim Supervisi KTR.

“Tim Supervisi bertugas untuk memastikan nantinya kawasan tanpa rokok ada di fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta fasilitas umum lainnya,” ujar Iqbal kepada wartawan di salah satu rumah makan, Kota Serang, Banten, Selasa (30/7/2019).

Dalam hal ini, Lanjut Iqbal, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol – PP) Kota Serang ditunjuk sebagai Ketua Tim Supervisi terkait untuk penegakkan Perda Kota Serang tentang KTR.

“Sebab, Satpol PP memiliki otoritas sebagai penegak Perda,” ungkapnya.

Iqbal berharap, semua OPD harus mulai menyiapkan tempat khusus merokok. Sebab, di kota lain regulasi KTR sudah diterapkan.

“Di Kota Serang baru akan diterapkan. Kami harap setiap OPD mulai menentukan KTR,” jelasnya.

Disinggung sanksi bagi yang melanggar Perda KTR, Iqbal menyatakan akan dikenai denda, paling kecil Rp50 Ribu dan paling besar Rp100 Ribu. Sedangkan untuk lembaga terkait yang melanggar akan dikenakan denda Rp1 sampai Rp5 Juta.

“Sudah ada regulasinya. Kami harap semua menaatinya. Satpol PP tidak perlu ragu untuk melakukan denda bagi yang melanggar,” ujarnya.

Menurutnya, KTR bukan berarti melarang masyarakat merokok. “Cuma membatasi kawasan mana yang boleh dan tidak boleh merokok,” ujarnya seraya menyatakan aturan KTR berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) No 22 tahun 2019 dan Perda Kota Serang No 7 tahun 2015. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.