Di Banten, Pedagang Disarankan Jual Hewan Kurban Secara Online

oleh -
pedagang, penjual hewan kurban penjualan secara online PPKM darurat banten Distan Banten Agus M Tauchid penularan Covid-19
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid di Kota Serang, Rabu (7/7/2021) menyebut pihaknya sudah menyampaikan surat edaran ke kabupaten/kota, salah satunya imbauan agar pedagang hewan kurban menjual secara online.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Agar tidak terjadi kerumunan serta menghindari penularan COVID-19 selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, para penjual hewan kurban disarankan untuk memanfaatkan fasilitas penjualan secara online.

Saran itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid di Kota Serang, Rabu (7/7/2021). Agus menyebut pihaknya sudah menyampaikan surat edaran ke kabupaten/kota, salah satunya imbauan agar pedagang hewan kurban menjual secara online.

“Kami juga mengimbau pelaksanaan prokes yang ketat bagi pedagang hewan kurban,” kata Agus didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Distan Banten, Ari Mardiana.

Agus mengatakan, surat edaran tersebut disampaikan ke dinas pertaninan kabupaten/kota untuk diteruskan kepada para pedagang hewan kurban di daerahnya masing-masing. Namun demikian, bagi pedagang yang membuka lapak penjualan hewan kurban secara langsung, diminta agar menerapkan prokes secara ketat.

“Memang mereka mengaku kesulitan penjualan secara online, karena para pembeli rata-rata ingin melihat secara langsung hewan kurban sebelum transaksi,” kata Agus.

BACA JUGA: Asyik, 50 Ribu KPM di Banten Segera Terima Jamsosratu

Menurut Agus, meski masih banyak pedagang hewan kurban yang tetap membuka lapak atau penjualan secara langsung, namun ada juga yang melakukan penjualan secara daring atau online.

Tujuannya agar tidak ada transaksi secara langsung yang mengakibatkan kerumunan pada masa PPKM Darurat seperti sekarang ini. Pihaknya juga akan memulai menurunkan petugas untuk memantau lapak-lapak penjualan hewan kurban untuk meengecek kesehatan hewan yang dijual, serta memberikan sosialisasi secara langsung kepada para pedagang terkait penerapan protokol kesehatan.

“Untuk daerah yang statusnya zona merah, kami tidak menurunkan petugas pemantauan karena khawatir ada penularan COVID-19,” kata Agus seraya memastikan hewan tidak menularkan COVID-19.

Agus mengatakan, dari jumlah pedagang dan juga hewan kurban yang dijual pada tahun ini secara kuantitas ada penurunan diperkirakan berkaitan karena sedang dilakukan PPKM Darurat. Namun dari sisi harga penjualan hewan kurban, berdasarkan hasil pemantauan terjadi kenaikan harga dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kata pedagang saat ini pembeli juga masih sepi. Masih ada waktu lebih dari 10 hari sebelum hari Idul Adha. Biasanya kalau dekat hari H ramai pembeli dan harga juga bisasanya turun,” kata Agus.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.