Dewan Sebut Direksi Belum Serius Sehatkan Bank Banten

oleh -
Bank Banten
Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat menggelar Rakor dengan Direksi Bank Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Jajaran Direksi Bank Banten dianggap tidak serius dalam melakukan proses penyehatan perseroan. Karena sejak pengesahan penyuntikan modal Rp1,55 triliun dari Pemprov Banten pada April 2020 lalu, hingga kini kondisinya masih jalan di tempat.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat seusai Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Bank Banten, Rabu (7/10/2020). Dalam Rakor tersebut Ade memberikan banyak masukan kepada jajaran Direksi Bank Banten.

“Untuk itu kami mendorong jajaran direksi agar segera berkordinasi dengan pembina BUMD, dalam hal ini Sekda Banten terkait dengan permodalan yang diamanahkan dalam Perda nomor 1 tahun 2020 yang sampai saat ini belum juga ada surat perintah pencairan atau penggunaan dana tersebut,” jelasnya.

Ade menilai, dana tersebut sangat dibutuhkan Bank Banten guna mendorong ekspansi bisnis perseroan. “Kami juga sampaikan Bank Banten harus melakukan konsolidasi internal. Kalau hari ini jumlah jajaran direksi tiga orang, berkaitan dengan SDM maka perlu langkah koordinasi, supaya bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Kemudian, tambah Ade, Bank Banten juga harus bisa mengoptimalkan uang hasil penjualan aset untuk mendorong pertumbuhan perusahaan. Politisi Gerindra itu tidak ingin uang yang diterima hanya habis untuk biaya operasional.

“Ketika kami lihat KCP (Kantor Cabang Pembantu), mereka seperti kursi, barang mati, yang enggak ada kegiatan apa-apa. Sementara biaya operasional sebulan hampir  Rp15 miliar. Jadi kalau Rp15 miliar dari Maret sampai sekarang tinggal dihitung, dikalikan, mungkin hampir Rp90 miliar untuk biaya operasional saja,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa mengungkapkan, pada Rakor kali ini sempat ada perdebatan sedikit berkenaan dengan Bank Banten secara umum. Tapi, lanjut Fahmi, secara garis besar pihaknya kini sedang fokus kepada rencana aksi korporasi yang direncanakan akan dilakukan pada minggu kedua bulan Desember 2020.

“Pada saat RUPS LB para pemegang saham sudah sepakat untuk melakukan right issue dengan harga saham hasil rever stok atau penggabungan 10 saham menjadi satu,” katanya.

Untuk itu, tambahnya, saat ini sampai pertengahan Nopember 2020 nanti pihaknya masih fokus terhadap rencana persiapan right issue. Karena banyak dokumen yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum right issue dilakukan.

“Sampai sekarang kami masih terus berkordinasi dengan OJK (otoritas jasa keuangan),” jelasnya. (Luthfi/Difa)