Dewan Sebut Atlet KONI Minim Prestasi, Padahal Dapat Anggaran Besar

oleh -
Dewan Sebut Atlet KONI Minim Prestasi, Padahal Dapat Anggaran Besar
Ahyani memgatakan,, Pemkab Tangerang telah menggelontorkan anggaran Rp34 Miliar kepada KONI untuk melakukan pembinaan atlet.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ahyani menyebut atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) minim prestasi. Padahal, setiap tahun wadah pembinaan atlet tersebut selalu mendapat kucuran dana APBD Kabupaten Tangerang.

“Kami akan jadwalkan hearing dengan pengurus KONI,” kata Ahyani kepada wartawan Selasa (17/1/2023).

Ahyani mengatakan, pemanggilan itu dimaksudkan untuk meminta pertanggungjawaban pengurus KONI yang dinilai tidak maksimal dalam menjalani tugas pokok dan fungsinya dalam pembinaan atlet beragam cabang olahraga (Cabor) di Kabupaten Tangerang.

“Minim prestasi, nanti kami panggil KONI minta penjelasan dan pertanggungjawabannya kepada pemerintah daerah,” imbuh Ahyani.

Padahal, kata Ahyani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah menggelontorkan anggaran Rp34 Miliar. Dana tersebut termasuk sangat besar dibanding anggaran pada organisasi lain yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Perhatian Pemda ke KONI itu sangat besar, anggaran saja diberikan sampai Rp34 Miliar,” jelas Ahyani.

BACA JUGA: Curhat ke Dewan, Atlet Difabel Tuding Pemkab Tangerang Diskriminatif

Ahyani menegaskan, pemanggilan itu bukan berlaku untuk KONI saja, melainkan untuk organisasi lain yang mendapat dana dari Pemkab Tangerang namun tidak maksimal dalam menjalankan kinerjanya sehingga perlu dimintai pertanggungjawabannya.

Diketahui, wacana pemanggilan KONI diutarakan Ahyani usai hearing dengan NPCI Kabupaten Tangerang yang menuntut kesetaraan bonus bagi atlet penyandang disabilitas.

Mereka merasa diperlakukan tidak adil karena bonus yang mereka terima besarannya berbedak dengan atlet KONI. Padahal atlet NPCI menjadi juara umum pada Paralympic Provinsi (Peparprov) IV Banten tahun 2022.

Atlet KONI diketahui mendapat bonus untuk medali emas R.30 Juta, Perak Rp.15 Juta, dan Perunggu Rp.8 Juta. Sedangkan atlet NPCI hanya setengah dari itu. Maka atas hal itu para atlet difabel merasa diperlakukan diskriminatif oleh Pemkab Tangerang.(Deri/Difa)