Dewan Pengupahan Sepakat UMK Lebak Naik 8,51 Persen

oleh -
UMK Lebak.

LEBAK, REDAKSI24.COM– Dalam raoat
Dewan Pengupahan yang terdiri dari para pengusaha, serikat buruh, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lebak, disepakati kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lebak sebesar 8,51 persen

Kepala Disnakertrans Lebak mengungkapkan, dalam rapat yang diselengarakan pada Jumat, (1/11/2019) lalu disetujui kenaikan UMK Lebak tahun 2020 sebesar 8,51 persen atau Rp. 212.586. Sehingga dari UMK yang awalnya Rp. 2.498.068 menjadi Rp. 2.710.654.

” Apindo dan serikat pekerja sudah setuju UMK Lebak tahun 2020 naik sebesar 8,51 persen,” kata Maman Sp kepada Redaksi24.com ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Minggu (3/11/2019).

Kenaikan UMK tersebut kata dia, sempat ditolak oleh Apindo karena dikhawatirkan akan menghambat laju investasi di Lebak. Namun, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Disnakertrans Lebak tetap menaikan UMK Lebak pada tahun 2020 dengan memperhatikan laju invasi dan Produk Domestik Bruto (PDB).

Pemkab Lebak, kata dia, juga akan menjamin kenyamanan para investor dalam berinvestasi di Lebak. “Berita acara dari hasik rapat kenaikan UMK 2020 itu akan di tembuskan kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten,” kata dia.

BACA JUGA:

Serikat Buruh di Banten Minta Kenaikan Upah 9,31 Persen

Buruh Desak Menteri Ketenagakerjaan Naikkan UMP/UMK 10 -15%

Sementara itu, Wakil Ketua Apindo Lebak, Ace Sumirsa Ali berharap Pemda dapat memberikan jaminan garansi kepada para investor agar dapat berinvestasi dengan nyaman di Lebak. Dirinya juga mengatakan, bagi para pengusaha yang tidak sanggup membayar para pegawainya sesuai dengan UMK dapat langsung melaporkan ke Disnakertrans Lebak .

” Kita setujui kenaikan tersebut dengan jaminan, Pemda dapat memberikan kenyamanan, jauh dari berbagai gangguan yang dapat menghambat para pengusaha untuk berinvestasi,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.