Dewan Pendidikan Sesalkan Masih Adanya Calo PPDB

oleh -
Anggota Dewan Pendidikan Prov. Banten Eny Suhaeni

REDAKSI24.COM—Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Banten Eny Suhaeny menyesalkan jika masih terjadi prakte percaloan pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK 2019 di Provinsi Banten. Hal ini diungkapkan Eny terkait adanya berbagai pemberitaan terkait adanya praktek calo salah satunya di wilayah Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang.

Menurut Eny, praktek percaloan ini tentunya tak bisa dibiarkan, karena selain sangat merugikan masyarakat juga bisa merusak citra pendidikan di Provinsi Banten.

“Pokoknya praktek percaloan saat PPDB harus diberantas,” jelasnya.

Untuk itu Eny meminta kepada, masyarakat, pemerhati pendidikan termasuk wartawan untuk segera melaporkan jika menemukan adanya praktek percaloan pada PPDB kepada Dewan Pendidikan ataupun langsung kepada aparat kepolisian. Hal tersebut untuk meminimalisir dan membuat efek jera bagi para oknum yang ingin mengambil keuntungan dari proses PPDB.

“Jika menemukan praktek percaloan segera lapor, biar segera ditindak,” jelasnya.

Eny menjelaskan jika praktek percaloan tersebut dilakukan oleh oknum guru atau kepala sekolah maka pihaknya tidak akan segan untuk memberikan rekomendasi kepada pihak Dinas Pendidikan untuk memberikan sanksi kepada oknum tersebut. Sanksi tersebut bisa mulai surat peringatan, pencopotan jabatan hingga penurunan kepangkatan.

“Siapapun oknum calo tersebut terlebih jika dilakukan oleh oknum ASN maka akan langsung ditindak tegas jika terbukti menjadi calo PPDB,” tegasnya.

Sebelumnya salah seorang orangtua murid di Kecamatan Panongan, Kabupaten Banten mengeluhkan adanya praktek calo PPDB SMA di wilayahnya. Ibu yang enggan disebutkan namanya tersebut mengatakan para calo ini telah beraksi menawarkan jasanya kepada sejumlah orang tua murid. Bahkan, ada yang terang-terangan mendatangi rumah wali murid, dan meminta uang sebesar Rp 4,5 juta per siswa.

Bahkan Ia juga mengungkapkan, calo PPDB ini adalah oknum guru salah satu SMK Negeri favorit di Kabupaten Tangerang. Oknum guru berinisial ID tersebut juga berani menjamin calon siswa bisa diterima di sekolahnya tersebut asalkan bisa memenuhi permintaannya, yaitu memberi uang sejumlah Rp 4,5 juta, meskipun calon siswa nilainya tidak memenuhi standar di sekolah tersebut. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *