Dewan Minta Pemkab Tangerang Inovasi Dalam Pemulihan Ekonomi

oleh -
Dewan Minta Pemkab Tangerang Inovasi Dalam Pemulihan Ekonomi DPRD Kabupaten Tangerang Pemkab Tangerang Pandemi Covid-19
Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Tangerang menyoroti adanya defisit anggaran pada APBD Perubahan 2021 yang mencapai Rp580,49 miliar dari APBD murni Rp324, 99 miliar.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – DPRD Kabupaten Tangerang, Banten, saat ini tengah membahas perubahan APBD tahun anggaran 2021 yang telah diajukan eksekutif sebesar Rp5,64 Triliun.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail mengatakan, penyampaian RAPBD Perubahan 2021 ditindaklanjuti dengan pembahasan untuk kemudian ditetapkan menjadi APBD Perubahan tahun anggaran 2021.

“Pembahasan juga sebagai tindak lanjut dari rapat paripurna sebelumnya tentang KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara),” imbuh Kholid.

Sementara itu, APBD tahun anggaran 2021 mendapat beragam tanggapan dari fraksi-fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Tangerang. Secara umum, fraksi-fraksi sepakat APBD Perubahan 2021 difokuskan untuk pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi.

BACA JUGA: Reses, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Janjikan Perbaikan Jalan

Dalam pandangan umum Senin (21/9/2021), sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Tangerang menyoroti adanya defisit anggaran pada APBD Perubahan 2021 yang mencapai Rp580,49 miliar dari APBD murni Rp324, 99 miliar.

“Mengapa kenaikan defisit bisa sebesar itu,” tanya Anggota Fraksi Gerindra, Sadeli HS.

Fraksi Gerindra, kata Sadeli, meminta eksekutif melakukan inovasi agar kenaikan defisit anggaran tidak menjadi hambatan dalam menjalankan program pembangunan yang sudah dan sedang berjalan.

Fraksi Gerindra juga mendesak Pemkab Tangerang untuk menciptakan program pemulihan perekonomian yang tepat dan akurat bagi kesejahteraan masyarakat selama masa pandemi COVID-19.

“Agar program pemulihan ekonomi selama pandemi bisa merata kepada seluruh elemen masyarakat dan tidak hanya dinikmati kalangan tertentu,” imbuh Sadeli.

Sebelumnya, pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Tangerang Kamis (16/9/2021), Wakil Bupati Tangerang Mad Romli menyatakan, Rancangan APBD Perubahan 2021 difokuskan untuk pemulihan ekonomi selama masa pandemi COVID-19.

Mad Romli memaparkan Pendapatan Daerah pada RAPBD Perubahan 2021 sebesar Rp5,64 triliun naik 13 persen dari APBD murni 2021. Pendapatan itu dengan rincian PAD sebesar 2,60 triliun naik 4,56 persen dari APBD murni 2021. Pendapatan Transfer Rp 2,72 triliun naik 2,025 persen dari APBD murni 2021. Lain-Lain pendapatan yang sah sebesar Rp 310,53 miliar naik 1,65 persen dari APBD murni 2021.

Sementara pada sektor belanja dialokasikan sebesar Rp 6,22 triliun rupiah atau naik sekitar 7,40 persen dari APBD Murni 2021. Alokasi belanja tersebut yakni Belanja Operasi sebesar Rp4,24 triliun atau naik 7,86 persen dari APBD murni.

BACA JUGA: Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Serap Aspirasi Wartawan

Sedangkan pada Belanja Modal dialokasikan sebesar Rp1,158 triliun atau naik 0,25 persen dari APBD murni 2021. Untuk Belanja Tak Terduga dialokasikan sebesar Rp 136,61 miliar atau naik 241,54 persen dari APBD murni. Sedangkan belanja transfer dialokasikan sebesar Rp680,44 miliar atau naik 2,56 prsen dari APBD Murni 2021.

“Pada kelompok belanja operasi dialokasikan sebesar Rp 4,24 triliun dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp 1,95 trilun, Belanja Barang dan Jasa 1,77 triliun, Belanja Hibah sebesar Rp 488,19 miliar, dan belanja bantuan sosial sebesar Rp 24,44 miliar,” papar Mad Romli.

Pada kelompok belanja modal dialokasikan sebesar Rp1,158 triliun dengan rincian belanja modal tanah dialokasikan Rp333,94 miliar, belanja modal peralatan dan mesin Rp175,67 miliar, Belanja modal gedung dan bangunan Rp235,99 miliar, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi Rp412,17 miliar, dan belanja modal aset tetap lainnya Rp299,59 juta.

“Pada kelompok belanja tidak terduga dialokasikan sebesar Rp.136,61 miliar yang dialokasikan dalam rangka penanggulangan pandemi,” imbuhnya.

Sementara pada kelompok belanja transfer dialokasikan sebesar Rp 680,44 miliar dengan rincian belanja bagi hasil sebesar Rp222,14 miliar dan belanja bantuan keuangan sebesar Rp458,30 miliar.

Dengan besaran target pendapatan daerah dan kebutuhan belanja daerah teresebut, RAPBD Perubahan 2021 defisit sebesar Rp580,49 miliar. Defisit naik sebesar Rp255,50 miliar atau 78,62 persen dari APBD murni 2021.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.