Dewan Kaget Kontruksi RSUD Banten Mirip Rusunawa

oleh -
sidak dprd banten
Anggota DPRD Banten Komisi V menggelar sidak ke RSUD Banten pasca bencana angin puting beliung yang merobohkan beberapa fasilitas di rumah sakit itu.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah anggota DPRD BAnten dari Komisi V menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke RSUD Banten. Sidak dilakukan untuk memastikan kondisi pelayanan dan bangunan RSUD Banten tetap kokoh pasca diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu.

Sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan terlihat ambruk, seperti ruang operasi bedah, lobi, atap gedung dan beberapa pilar penyangga, juga ikut roboh. Beberapa pasien yang akan melakukan tindakan operasi, terpaksa dipindahkan ke rumah sakit terdekat, seperti RSUD Drajat Prawiranegara, Hermina dan Sari Asih.

“Iya. Ada beberapa ruangan yang ambruk,” kata Direktur Utama RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho kepada anggota dewan yang menggelar Sidak, Selasa (19/11/2019).

BACA JUGA:

. Disapu Hujan Angin, Sejumlah Fasilitas di Puspemprov Banten Ambruk

. DPRD Banten Kebut Pembahasan RAPBD 2020

. Ogah Turunkan Tukin, Gubernur Banten Dinilai Melawan Mendagri

Danang menambahkan, untuk pelayanan lainnya yang tidak terdampak bencana berjalan seperti biasa. Pihaknya juga memastikan akan secepatnya melakukan perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan yang rusak akibat bencana angina rebut tersebut.

Sementara itu, anggota komisi V DPRD Banten Ishaq Sidik memastikan, pelayanan kepada masyarakat di RSUD Banten tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja ada beberapa tindakan medis yang tidak bisa dilakukan di RSUD Banten mengingat kondisinya ambruk. Menurut dia, pihak RSUD Banten sudah berkomunikasi dengan sejumlah RS terdekat untuk bisa menampung pasien yang membutuhkan tindakan medis.

“Masalahnya kami juga belum bisa memastikan apakah di RS rujukan itu kosong atau tidaknya, mengingat biasanya untuk pasien kelas tiga itu penuh terus,” ujarnya.

Ishak menyayangkan RS milik pemerintah kondisi kontruksi bangunannya tidak kokoh dan mudah rapuh, dari mulai atap yang ambruk, dinding yang keropos dan lain sebagainya. Biasanya, kontruksi bangunan pemerintah itu mempunyai spek kekuatan yang tahan bencana. Tapi di RSUD Banten, kata dia, sepertinya kurang begitu diperhatikan.

“Dari estetikanya saja kurang sedap dipandang mata, mirip Rusunawa (rumah susun sewa). Tapi saya tidak mau komentar banyak terkait hal itu,” katanya.

Serupa dikatakan anggota Komisi V DPRD Banten, Iip Makmur. Politisi PKS itu mengaku ingin memastikan pelayanan di RSUD Banten ini berjalan normal seperti biasanya meskipun ada beberapa ruangan yang rusak parah akibat angin puting beliung beberapa waktu lalu.

“Kami sudah mendapat kepastian dari pihak RSUD Banten yang akan melakukan rehab dalam waktu dekat. Sumber dananya dari BLUD sekitar Rp150 juta,” ujarnya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.