Dewan Dorong Pemprov Banten Kuasai Situ Cipondoh Tangerang

Komisi III DPRD Banten menggelar sidak ke Situ Cipondoh, Kota Tangerang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Komisi III DPRD Banten mendorong Pemprov Banten mengambil langkah tegas untuk menguasai Situ Cipondoh yang saat ini dikelola pihak ketiga. Situ tersebut sudah sah menjadi aset Pemprov Banten dan bisa dikelola untuk mendongkrak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banten.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten, Ade Hidayat mengatakan, Situ Cipondoh merupakan salah satu aset yang dimiliki Pemprov Banten atas limpahan dari Pemprov Jawa Barat (Jabar) pasca Banten menjadi provinsi.

Bacaan Lainnya

Sayangnya, kata  dia, asset yang potensial itu tidak bisa memberikan nilai tambah kepada PAD Banten lantaran telah digadaikan Pemprov Jabar kepada pihak ketiga pada 1996. Informasinya nilai gadai itu menembus angka 15 juta USD.

“Atas kondisi tersebut saya selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten bersama BPKAD Banten turun ke lapangan dalam rangka melakukan pengawasan. Pada kesempatan ini saya mendorong Pemprov Banten mengambilalih pengelolaan Situ Cipondoh. Sehingga bisa memberikan nilai tambah kepada PAD Banten,” katanya, Rabu (26/2/2020).

BACA JUGA:

. Ketua DPRD Banten Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk 2020

. Pemprov Banten Belum Bisa Genjot Pendapatan dari Sektor Asset

. Dewan Pastikan Gubernur Banten Tindak Tegas Jika Bawahannya Salah

Adapun posisi Situ Cipondoh yang sudah dikelola pihak ketiga, kata dia, urusannya ada pada Pemprov Jabar dan bukan urusan Pemprov Banten. “Pemprov Banten berkepentingan menguasai asset ini dari segala bentuk kepemilikan dan pengelolaannya. Ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten,” jelasnya.

Selain berani menguasai, menurut Ade, Pemprov Banten juga harus berani meminta ganti rugi kepada Pemprov Jabar atas kerugian Banten yang tidak bisa mengelola situ tersebut, sejak tahun 2000 sampai sekarang.

“Kami bagian dari membantu Pemprov Banten memperjelas asset-assetnya,” katanya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait