Dewan Belum Ada Niat Kembalikan Aset Bank Banten yang Dijual ke BJB

  • Whatsapp
aset bank banten
Ketua Komisi III DPRD Banten, Gembong Sumedi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Bank Banten telah menjual aset kredit ASN Pemprov Banten senilai Rp1,5 triliun ke Bank BJB. Penjualan aset itu dilakukan penyelamatan perseroan dari ancaman likuidasi yang sudah ada di depan mata.

Beban Bank Banten kini tidak terlalu berat, karena Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) sudah berkomitmen akan melakukan penyehatan dan penyelamatan perseroan. Komitmen WH tersebut didasari atas perintah OJK agar Pemprov melakukan langkah penyehatan Bank Banten sampai tanggal 21 Juli 2020.

Bacaan Lainnya

Jika dalam waktu itu WH tidak mampu menyehatkan Bank Banten, maka konsekuensi kerugian yang ditanggung Pemprov Banten akan lebih besar, baik kerugian materil maupun non materil.

Akan tetapi, meskipun RKUD Pemprov Banten kembali lagi ke Bank Banten, namun aset kreditur ASN Pemprov Banten itu tidak bisa dikembalikan lagi ke Bank Banten.

“Itu dikembalikan kepada personal ASN masing-masing, kami tidak punya kewenang. Dewan tidak akan mendorong Pemprov Banten mengembalikan kreditur ASN yang dibeli BJB, karena itu sudah menjadi hak masing-masing kreditur,” kata Ketua Komisi III DPRD Banten, Gembong R Sumedi, Jumat (19/6/2020).

Gembong menambahkan, dana hasil penjualan aset itu juga belum seluruhnya dicairkan BJB. Hingga kini, kabar yang didapatnya, BJB baru memberikan sekitar Rp200-300 miliar yang masuk ke Bank Banten. “Gak banyak kok! Kurang lebih segitu,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang Redaksi24.com terima, Direksi Bank BJB sudah membayar pembelian aset itu sebesar 60 persen atau sekitar Rp800-900 miliar dari total biaya keseluruhan sebesar Rp1,5 triliun.

Dana tersebut dialokasikan Bank Banten untuk mempercepat proses penyehatan Bank Banten, salah satunya menstabilkan kembali proses keliring yang beberapa waktu terakhir tersendat karena faktor pembiayaan.

Potensi kredit ASN sendiri belum tergarap secara optimal oleh Bank Banten, dari total potensi bisnis kredit ASN yang mencapai kurang lebih Rp3 triliun, hingga kini baru setengahnya yang tergarap perseroan.

Namun potensi besar kredit itu terancam akan hilang, dan diserahkan kembali ke Bank BJB, karena Pemprov tidak akan mengembalikan aset tersebut. “Pemprov tidak bisa meminta kembali ke BJB untuk mengembalikan aset kreditur yang dibeli,” tandasnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.