Dermaga Teluk Kecamatan Labuan Pandeglang Ambruk Dihantam Ombak

  • Whatsapp
Dermaga, Tempat Pelelangan Ikan, Kecamatan Labuan, Pandeglang, ombak.
Dermaga Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang tidak tersisa dihantam ombak.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Bangunan Dermaga Teluk di depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten ambruk dihantam ombak. Kondisi itu dikeluhkan warga nelayan karena kapal mereka tidak bisa bersandar saat hendak membongkar hasil tangkapan ikan di TPI II tersebut.

Pantauan Redaksi24.com, bangunan dermaga Teluk yang ambruk terjadi di beberapa titik di sepanjang Pantai Teluk, Labuan. Tiap titik dermaga yang ambruk itu bisa mencapai sepanjang 10 sampai 20 meter.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Teluk, Kecamatan Labuan, Endin Fahrudin mengatakan, ambruknya bangunan dermaga tersebut sudah terjadi sejak lama. Karena kerap diterjang gelombang besar, ditambah kondisi bangunan sudah rapuh dimakan usia,. Tidak heran sebagian besar bangunan dermaga ambruk.

“Karena bangunan pemecah ombak itu sudah hilang, sehingga ombak tembus ke dermaga. Akhirnya bangunan dermaga juga banyak yang ambruk, terlebih sekarang ini sedang musim gelombang tinggi,” ungkapnya, Kamis (5/11/2020).

BACA JUGA: Jelang Akhir Tahun 2020, Baznas Pandeglang Pesimis Capai Target Zakat

Kades mengaku, pihaknya juga sudah melaporkan hal itu kepada pihak Kantor BP3L yang ada di wilayahnya, dengan harapan agar segera ditembuskan ke Dinas Kelautan Provinsi Banten, supaya segera ada penanganan dari Pemprov Banten.

“Dampak dari ambruknya dermaga itu, gelombang laut kerap meluap ke permukaan jalan di depan TPI II, bahkan khawatir air laut bisa ke permukiman warga juga. Apalagi sekarang musim gelombang tinggi, tentu banyak kekhawatiran dari masyarakat nelayan,” katanya.

Selain diharapkan agar segera ada penanganan terhadap dermaga tersebut, Kades juga menginginkan ada perbaikan pada bangunan pemecah ombak di perairan laut Teluk itu. Karena jika bangunan pemecah ombak itu tidak diperbaiki, maka gelombang akan tembus ke dermaga.

“Para nelayan juga kesulitan saat bongkar ikan di TPI II, karena dermaganya ambruk. Maka kami harap Pemprov Banten segera melakukan penanganan, sebab bangunan itu kewenangannya pihak Dinas Kelautan Banten,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, Suaedi Kurdiatna mengaku, sudah mengetahui kondisi dermaga yang ada di sekitaran TPI II Labuan tersebut. Dampak dari ambruknya bangunan dermaga itu, kata Kadis, para nelayan kesulitan menyandarkan kapalnya ketika hendak membongkar ikan hasil tangkapannya.

Pihaknya berharap agar segera ada penanganan dari Pemprov Banten, supaya para aktivitas para nelayan Labuan bisa kembali lancar. “Kalau kondisi dermaganya seperti itu bisa menghambat juga pada aktivitas nelayan. Maka kami minta Pemprov Banten bisa secepatnya melakukan penanganan terhadap dermaga Teluk itu,” pintanya.

BACA JUGA: Gawat, Jembatan Surianen Pandeglang Rawan Ambruk

Selain bangunan dermaga Teluk yang perlu dibenahi, tambah Kadis, ada beberapa sarana yang lain yang mengalami kerusakan pasca bencana tsunami Selat Sunda beberapa tahun lalu. Seperti sejumlah bangunan TPI di Kabupaten Pandeglang yang perlu dilakukan penanganan baik oleh Pemprov Banten maupun pemerintah pusat.

“Kami sudah melakukan permohonan perbaikan bangunan TPI dan sarana yang lain ke pemerintah pusat. Demi kelancaran dan kesejahteraan para nelayan Pandeglang, kami berharap tahun depan agar segera ada penanganan terhadap sejumlah fasilitas nelayan yang rusak itu,” harapnya lagi.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.