Denda Belum Berlaku, Begini Sanksi Bagi Pelanggar PSBB di Kota Serang

  • Whatsapp
PSBB Kota Serang
Seorang pengendara mendapat sanksi squat jump lantaran kedapatan tak mengenakan masker di Gerbang Tol Serang Timur.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Serang, Banten, memasuki hari kedua. PSBB di Ibu Kota Banten itu, dimulai sejak (10/9/2020) hingga (26/9/2020) mendatang.

Dalam pemberlakukan PSBB tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membuat 8 pos titik cek poin di sejumlah lokasi perbatasan pintu masuk Kota Serang. 8 pos titik cek poin itu, di Gerbang Tol Serang Timur, Gerbang Tol Serang Barat, Pertigaan Parung akses menuju Terminal Pakupatan.

Bacaan Lainnya

Kemudian ada juga cek poin di Perempatan Boru Curug, Pertigaan Sempu, Perempatan Jalan Raya Taktakan dekat Brimob Polda Banten, Simpang Kepandean akses dari Kota Cilegon dan Jalan Raya Sawah Luhur.

Pantauan di salah satu cek poin, yaitu di Gerbang Tol Serang Timur Jumat (11/9/2020), sejumlah warga, terutama pengendara kendaraan dilakukan cek suhu badan. Tidak hanya itu, sejumlah pengendara yang tidak memakai masker dikenai sanksi berupa menghafal Pancasila,  ada juga diminta push up maupun squat jump.

BACA JUGA: 8 Pos Cek Poin PSBB Belum Siap, Wakil Wali Kota Serang Mencak-Mencak

Doni, salah satu pengendara berasal dari Bekasi yang melintas menuju Kota Serang pun mendapat sanksi berupa squat jump, karena dirinya kedapatan tidak menggunakan masker.

“Saya dari Bekasi tidak tahu kalau di Kota Serang ada PSBB, makanya tidak pakai masker. Tapi mantaplah, ini bagus ada PSBB. Semoga kedepannya lebih baik lagi,” katanya kepada wartawan usai diberi sanksi squat jump di Gerbang Tol Serang Timur.

Sementara itu, petugas Satuan Lalu Lintas Polres Serang Kota, Brigadir Bobhy mengungkapkan, dalam kegiatan PSBB tersebut sasarannya masker, cek suhu tubuh dan pembatasan orang di dalam kendaraan.

“Suhu 37 ke atas belum ditemukan, namun untuk penggunaan masker masih ada aja yang bandel, ada beberapa khususnya pengendara tronton, banyak yang tidak menggunakan masker,” ungkapnya.

Bobhy melanjutkan, bagi yang ditemukan suhu tubuhnya 37,5 akan diputar balik ke daerah asal. Sedangkan dalam kendaraan umum harus 50 persen dari jumlah bangkunya. Jika lebih, kata dia, maka akan diputar balik juga.

Sanksi bagi yang tidak menggunakan masker yaitu mengucapkan Pancasila, menyanyikan Indonesia Raya atau sanksi fisik yaitu push up atau squat jump. Menurut dia, pihaknya belun sampai memberikan sanksi denda, karena penerapan PSBB msih dalam sosialisasi.

“Apabila masih mengulangi terus maka denda akan kami berlakukan. Hari ini ada 8 sampai 10 orang yang kami tindak, kebanyakan tidak pakai masker,” imbuhnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.