Dema STIT Al Khairiyah Bangun Kesadaran Literasi Lewat Seminar Milenial

  • Whatsapp
semianr milenial
Herayati Sawitri, mahasiswi berprestasi asal Kota Cilegon yang lulus S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadi narasumber seminar nasional milenial STIT Al Khairiyah.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Khairiyah Kota Cilegon, menggelar seminar nasional milenial dengan tema Optimtimalisasi nilai-nilai pendidikan terhadap masyarakat milenial dan membangun budaya literasi.

Pada seminar yang digelar di Gedung Serba Guna Al Khairiyah, Rabu (26/2/2020) itu, Dema STIT Al Khairiyah mendatangkan Herayati Sawiri, mahasiswa cumlaude dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Riyan Hidayat (Sekjen Persatuan Gerakan Kebangsaan), Abdul Basit (Presma Universitas Negeri Jakarta), dan Sultan Rivaldi (Presma UIN Ciputat) sebagai narasumber.

Bacaan Lainnya

Seminar dibuka Kepala STIT Al Khairiyah Hikmatullah Djamud dan dihadiri Ketua Alumni Al Khairiyah, Dede Rohana Putra, para dosen beserta civitas akademika kampus Al Khairiyah. Peserta seminar ini cukup ramai, yakni mencapai 200 orang dan diantaranya merupakan pelajar, BEM serta organisasi kemahasiswaan se- Kota Cilegon.

“Lewat seminar ini diharapkan dapat memberikan sesuatu yang refresh, baik pemikiran dan pengembangan keilmuan yang bersifat keislaman, sakta (umum) dan hal yang bermanfaat bagi mahasiswa Al-Khairiyah khususnya dan umumnya untuk seluruh pelajar Kota Cilegon,” ujar Ketua Panitia Seminar Nasional Milenial, Tamara Oktavia.

BACA JUGA:

. Mahasiswa Sebut Edi Ariadi Gagal Pimpin Kota Cilegon

. Jelang Pilkada, Forkompinda Kota Cilegon Sepakat Ciptakan Situasi Kondusif

. Gandeng Semua OPD, Kota Cilegon Masifkan Kampung KB

Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjend) Dema STIT Al-Khairiyah, Arifin Solehudin mengatakan, seminar nasional milenial ini merupakan bagian dari program kerja menteri pendidikan dan ekonomi Dema STIT Al Khairiyah.

“Seminar ini bermaksud membangun budaya literasi, serta membangun kesadaran literasi bagi  mahasiswa, khususnya dan umumnya bagi masyarakat sekitar,” kata Arifin Solehudin.

Ia juga berharap, kegiatan tersebut dapat menyadarkan mahasiswa akan pentingnya membaca, menulis dan berdiskusi serta tidak lagi menjadi mahasiswa kupu-kupu yang minim literasi.  Maka perlu dibangun semangat berliterasi, membangun daya berpikir, membangun semangat berpendidikan.

“Ini adalah kuliah perdana. Sengaja kami menghadirkan para tokoh milenial yang berprestasi dihadirkan ke publik untuk rekan-rekan mahasiswa dan masyarakat untuk menyadarkan pentingnya dunia literasi,” ujarnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.