Dede Yusuf: Pembinaan Atlet Olahraga Prestasi Tidak Maksimal

  • Whatsapp
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf menilai pembibitan dan pembinaa atlet olahraga prestasi tidak maksimal
Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf memimpin rapat secara virtual untuk mendapatkan masukan terkait revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional, di Jakarta, senin (31/08/2020)

JAKARTA, REDAKSI24.COM — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menilai, apabila melihat dari populasi penduduk Indonesia yang  berjumlah sekitar 260 juta jiwa, pembinaan dan pembibitan  atlet nasional dalam konteks olahraga prestasi tidak maksimal. Padahal seharusnya bisa lahir para atlet profesional berprestasi dari berbagai daerah.

Demikian diutarakan Dede saat memimpin rapat virtual dengan organisasi olahraga, pakar, dan atlet untuk memberi masukan dalam revisi UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang  Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), Senin (31/8/2020).

Bacaan Lainnya

“Kita selalu berbicara tentang Indonesia dari 260 juta penduduk. Tapi mengapa atlet-atlet yang dihasilkan tidak maksimal,” ucap Kang Dede, sapaan akrab politisi Partai Demokrat ini.

Komisi X DPR RI saat ini tengah merancang UU SKN yang baru menggantikan UU lama yang dinilai out of date. Bersama pemerintah, Komisi X ingin merumuskan UU SKN yang lebih komprehensif.

BACA JUGA:Dede Yusuf: Komisi X DPR Ingin UU Sistem Keolahragaan Direvisi

Selama ini, menurut praktisi olahraga bela diri ini, sekolah-sekolah juga tidak memfokuskan pada pembibitan atlet. Lembaga pendidikan hanya menjalankan pemenuhan kurikulum semata lewat ekstrakurikuler.

Kata Dede, pembibitan dan pelatihan atlet olahraga prestasi saat ini justru diambil perannya oleh swasta, seperti PB  Djarum untuk bulu tangkis dan Kompas Media untuk sepakbola usia 14 tahun.

“Sekolah-sekolah makin lama tidak lagi memfokuskan pada pembibitan atau pembinaan. Tapi lebih untuk mengisi kurikulum eskul  olahraga saja,” ungkap politisi mantan Wagub Jabar ini.

BACA JUGA: Kemenpora Kucurkan Rp 6,23 Miliar Untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Wushu

UU SKN, sebetulnya sudah mengatur pembinaan dan pengembangan olahraga secara nasional.

“Selama ini konsep pengembangan dan pembinaan olahraga dalam bentuk piramida yang merupakan gambaran proses dari mulai usia dini. Di mana ada proses pembibitan, pemanduan bakat, dan mengikuti kegiatan olahraga yang mengarah pada spesialisasi. Pelatihan yang intensif dengan latihan yang berkualitas disiapkan ke pembinaan yang mencapai prestasi,” papar legislator pemegang sabuk DAN-IV Kukkiwon Taekwondo ini.

Ditambahkan, pembinaan olahraga sangat terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan sistem keolahragaan untuk mencapai hasil yang maksimal. “Semua konsep keolahragaan dalam UU SKN akan dikonkretkan lagi untuk memunculkan atlet-atlet berprestasi,”pungkas legislator asal Dapil Jawa Barat II ini. (Agung/Jaya).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.