Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Bikin Warga Sesak Nafas

oleh -
polusi Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Bikin Warga Sesak Nafas kabupaten tangerang
Anton, salah satu warga Kampung Kamal RT 04/05 mengatakan, polusi udara dari aktivitas perusahaan interior rumah itu, sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu. Dia termasuk yang terdampak dari polusi debu tersebut.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Warga Kampung Kamal RT 04/05 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluhkan polusi debu yang setiap hari mengotori rumah-rumah mereka.

Warga menduga debu berwarna putih yang mencemari udara hingga masuk ke dalam rumah-rumah mereka itu, berasal dari aktivitas PT Adi Jaya Makmur Sejahtera, perusahaan produksi plafon interior rumah.

Anton, salah satu warga Kampung Kamal RT 04/05 mengatakan, polusi udara dari aktivitas perusahaan interior rumah itu, sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu. Dia termasuk yang terdampak dari polusi debu tersebut.

“Kami tidak tahu debu itu mengandung bahan beracun atau tidak, tapi aromanya cukup menyengat dan bikin sesak nafas,” ungkapnya, Minggu (3/10/2021).

BACA JUGA: Sumur Warga Jayanti Diduga Tercemar Limbah Pabrik Makanan

Menurut Anton, warga sudah menyampaikan polusi debu itu kepada pengurus lingkungan. Namun hingga kini tidak ada tindakan apapun dari pemerintah desa maupun Kecamatan.

“Kami sudah melapor ke RT RW, nggak ada tindakan, sudah 6 bulan kami terkena debu, pernafasan kami terganggu akibat debu ini,” ujar Anton yang dibenarkan warga lainnya.

Menurut Anton, perusahaan yang belum lama beraktivitas tersebut, awalnya mengaku kepada pengurus lingkungan sebagai tempat penampungan atau gudang hasil produksi. Namun ternyata kini justru menjadi tempat produksi.

“Dampaknya sekarang polusi debu mengotori rumah kami setiap hari,” imbuhnya seraya berharap pihak terkait menindaklanjuti polusi debu yang mengganggu lingkungan warga tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyarankan warga untuk melaporkan polusi debu tersebut secara resmi.

“Mohon sebaiknya melaporkan secara tertulis,¬† nanti kami cek ke lapangan,” ungkap Achmad Taufik saat dikonfirmasi Redaksi24.com. (RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.