DBMSDA Kabupaten Tangerang Realisasikan 22 Proyek Normalisasi Sungai dan Irigasi

oleh -
DBMSDA Kabupaten Tangerang Realisasikan 22 Proyek Normalisasi Sungai dan Irigasi saluran air
Kepala Bidang Sumber Daya Air DBMSDA Kabupaten Tangerang, Dedi Sukardi mengatakan, pada anggaran 2021 hanya 22 dari 62 kegiatan proyek perbaikan irigasi dan normalisasi sungai.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Banten, pada tahun ini menormalisasi sejumlah sungai dan membangun saluran air.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DBMSDA Kabupaten Tangerang, Dedi Sukardi mengatakan, pada anggaran 2021 hanya 22 dari 62 kegiatan proyek perbaikan irigasi dan normalisasi sungai.

Proyek itu diantaranya normalisasi Sungai Cimaneuh, Sungai Cisiang, Sungai Cipayeun, Sungai Cikolear,  Sungai Ciketapang, Sungai Cikait Sungai Curanjieun dan proyek peningkatan Sungai Cikepuh.

“Sebagian kegiatan peningkatan sungai dan saluran air terkena refocusing atau pengurangan anggaran untuk penanganan COVID-19,” ujar Dedi saat meninjau proyek saluran air di Kecamatan Solear, Jumat (17/9/2021).

BACA JUGA: Perbaikan TPT Jebol dan Jalan Amblas Gunakan Anggaran Darurat

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Slamet Budi menambahkan, proyek peningkatan sungai dan peningkatan kapasitas saluran irigasi diproyeksikan dapat memenuhi layanan daerah irigasi (DI) lahan pertanian di Kecamatan Cisoka dan Solear.

“Jaringan irigasi merupakan program prioritas Kementerian PUPR dalam mendukung produksi pertanian berkelanjutan. Bendung dan jaringan irigasi merupakan salah satu PSN (proyek strategis nasional) sesuai Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 56 Tahun 2018,” jelasnya.

Dia berharap proyek peningkatan irigasi dan normalisasi sungai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama petani untuk mengairi area persawahannya.

Selain itu, kata dia, jaringan irigasi ditargetkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Petani yang biasa mengandalkan suplai air dari tadah hujan, menurut dia, dapat terpenuhi melalui air irigasi yang berkelanjutan.

“Sehingga diharapkan intensitas tanam dari 100 persen menuju 245 persen dengan skala panen dari sekali setahun menjadi 2-3 kali dalam setahun,” katanya.

Slamet Budhi menambahkan, pihaknya juga telah membangun drainase dan pelebaran Jalan Pemda Kecamatan Tigaraksa, dengan melakukan crossing atau sodetan. Proyek itu untuk penanganan genangan air yang terjadi di jalan raya setiap kali curah hujan tinggi.

“Sodetan pertama di depan Bizlink,¬† yang kedua di seberang dekat Bizzpoint, dengan pemasangan saluran beton selebar 2 meter sepanjang 78 meter. Air dibuang Sungai Cimanceuri,” tandasnya.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.