DBD Merebak, Warga Taman Kirana Surya Minta Fogging

oleh -
DBD Merebak, Warga Taman Kirana Surya Minta Fogging puskesmas kabupaten tangerang
Penyebab DBD adalah infeksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Salah satu penyakit yang ditakuti saat musim hujan tiba adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Setiap tahun penyakit ini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Penyebab DBD adalah infeksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Meski banyak yang menganggap DBD adalah penyakit musim hujan, puncak terjadinya penyakit ini adalah pada awal dan akhir musim hujan.

Tumino, Ketua RT 05 RW 11 Perumahan taman Kirana Surya Perkasa, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, meminta kepada tim medis atau kesehatan atau pemerintah desa untuk melakukan langkah penanggulangan bahaya DBD.

BACA JUGA: Awas, 5 Kecamatan Ini Tertinggi Demam Berdarah di Kabupaten Tangerang

“Mohon responnya buat tim medis atau tim kesehatan desa, mengingat dan menimbang warga kirana banyak yang terjangkit DBD akibat perubahan iklim panca roba mohon segera ada tindakan dari desa, penyemprotan atau fogging di lingkungan RT 05 RW 11,” ungkap Tumino kepada Redaksi24.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (23/11/2021).

Dikatakan Tumino, sejak satu bulan yang lalu hingga saat ini tercatat sudah 6 orang warganya yang terkena DBD dan sempat dirawat di rumah sakit.

“Waktu itu saya sudah laporkan ke Puskesmas, namun dengan berjalanya waktu bertambah pula yang dirawat, 5 orang sudah keluar dari rumah sakit, semalam masuk lagi 1 orang,” ungkap Tumino.

Kendati demikian, lanjut dia, pihak Puskesmas pun sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyuluhan.

“Puskesmas cuma penyuluhan dan kasih obat tetes, tetapi tidak fogging, maka dari itu rencana minggu saya gerakin warga untuk keja bakti lingkungan jumantik sekalian fogging mandiri karena warga mendesak supaya fogging,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cikuya, Drg Mutmainnah mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan langkah Penyelidikan Epidemiologi (PE) di sekitar lokasi kejadian.

“Besok tim Puskesmas akan datang ke lokasi untuk PE,” ungkap Mutmainnah.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.