Data Pemilih Antara Bawaslu dan KPU Tangsel Tidak Sinkron karena Sumber Yang Berbeda

  • Whatsapp
Komisioner KPU Kota Tangsel, Ajat Sudrajat.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Adanya perbedaan data pemilih diakui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan. Perbedaan tersebut, lantaran adanya  sumber yang berbeda antara KPU RI dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Komisioner KPU Kota Tangsel Ajat Sudrajat membenarkan adanya perbedaan data tersebut. “Memang berbeda. Data tersebut merupakan hasil sinkronisasi KPU RI, bukan tingkat kabupaten atau kota,” katanya setelah rapat singkronisasi data daftar penduduk potensial pemilih (DP4), Kamis (23/7/2020).

Bacaan Lainnya

Ajat menerangkan, data yang disinkronkan merupakan daftar pemilih tetap (Pilpres) pada Pemilu 2019 dengan DP4 yang menjadi pembanding. 

Saat ini, lanjut Ajat, jumlah DPT ada 1.038.662 orang. Sedangkan data pemilih yang dimiliki Bawaslu yakni 1.073.864. Berarti, ada selisih 35.202. “Ini bukan data akhir, karena masih bersifat dinamis dan dapat bertambah. Terlebih, saat ini sedang proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih,” pungkasnya.

BACA JUGA: Waduh, Data Pemilih Antara Bawaslu dan KPU Tangsel Berbeda

Sebelumnya diberitakan Redaksi24.com, Ketua Bawaslu Tangsel Muhamad Acep merasa heran lantaran adanya perbedaan data tersebut. 

Ia pun berharap, adanya sinkronisasi data pemilih sehingga dapat memiliki persepsi yang sama untuk memudahkan melakukan pengawasan pelaksanaan Pilkada 2020.

“Maka itu, kami undang pihak terkait KPU dan Disdukcapil untuk duduk bersama menyamakan persepsi dan menyatukan data. Sehingga akan memudahkan pengawasan data pemilihan dalam pelaksanaan Pilkada nanti,” tutur Acep. (wvyh/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.