Data Kasus DBD di Kecamatan Sumur Pandeglang Simpang Siur

oleh -
Kasus DBD di Kecamatan Sumur
Peyugas Puskesmas Sumur, Pandeglang mendata pasien DBD.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Data penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih simpang siur. Sebab antara pernyataan pihak kecamatan dengan Puskesmas Sumur jauh berbeda.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Sumur, Eha menyatakan, data korban DBD sebanyak 22 orang. Namun berbeda dengan pernyataan Camat Sumur, yang menyatakan penderita DBD lebih dari 50 orang.

Menurut Camat Sumur, Heru menyatakan, selama Januari ini warga yang terserang penyakit DBD di kecamatannya sebanyak 50 orang lebih. Jumlah itu, kata dia, sudah secara keseluruhan baik yang dirawat di Puskesmas maupun hanya dirawat di rumah.

Tapi itu juga ada yang memang parah dan ada juga yang masih stabil,” ungkap Heru melalui sambungan telepon, Selasa (14/1/2020).

Saat ditanya, apakah kasus DBD tersebut sudah bisa dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau belum? Camat mengaku, belum dinyatakan KLB, namun memang peningkatan kasusnya cukup tinggi.

“Selama Januari 2020 peningkatan kasus DBD di Kecamatan Sumur cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya. Namun tidak dinyatakan KLB,” katanya.

BACA JUGA:

. Puluhan Warga Sumur Pandeglang Terjangkit DBD, 1 Meninggal

. Dapat Hibah Rp6 Miliar, FKDT Terus Tingkatkan Kemajuan Madrasah di Pandeglang

. Calon BPD Terpilih Bukan Warga Muruy, DPMPD Pandeglang Tunggu Putusan Disdukcapil

Lanjut Camat, jumlah penderita DBD sebanyak itu adalah warga dari 7 desa di Kecamatan Sumur, diantaranya Desa Sumber Jaya, Kerta Jaya, Kertamukti, Cigorondong, Taman Jaya, Ujung Jaya dan Desa Tunggal Jaya.

“Namun kasus DBD yang lebih banyak itu di tiga desa, yakni Desa Sumber Jaya, Kerta Jaya dan Desa Kertamukti,” tuturnya.

Dengan meningkatnya kasus DBD tersebut, camat menghimbau kepada semua warga Sumur, untuk menjaga pola hidup sehat dan menggalakan program 3M yakni, mengubur barang bekas, menguras bak mandi dan menutup bak mandi.

“Sekarang ini sedang musim pancaroba, karena adanya perubahan cuaca dari panas ke musim penghujan. Makanya kami selalui memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

Saat ditanya kembali, apakah dari pihak Dinas Kesehatan Pandeglang, sudah ada turun tangan dalam menanggulangi kasus DBD di kecamatannya, Heru juga mengaku, sudah ada upaya penanggulangan DBD dari pihak dinas.

“Pihak dinas sudah melakukan penanggulangan DBD, baik melalui kegiatan foging, sosialisasi serta penanganan penderita DBD itu sendiri,” tandasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Sumur, Eha saat diminta kondisi terkini kasus DBD di Kecamatan Sumur, hingga kini tidak memberikan tanggapan apapun. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.