Darurat Narkoba, BNK Ajak Pemkab Tangerang Gencarkan Pencegahan

  • Whatsapp
Kepala BNK Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi.

REDAKSI24.COM – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang menyebut saat ini wilayah Tangerang sudah masuk ke dalam kategori ‘Darurat Narkoba’. Hal itu diungkapkan Kepala BNK Tangerang, Dedi Sutardy di kantornya kawasan Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (28/9/2019).

“Hasil koordinasi Satnarkoba dengan BNN Pusat dan daerah, sekarang tidak ada lagi daerah zona merah, hijau, dan kuning, kami sepakat semua daerah dianggap sebagai zona merah, kami sebut semua darurat narkoba! Termasuk Tangerang,” ungkap Dedi kepada Redaksi24.com

Bacaan Lainnya

Diungkapkannya, berdasarkan data dari BNN pusat dan kepolisian, secara nasional jumlah pengguna narkotika di Indonesia saat ini mencapai sekitar 4 juta jiwa, 50 persennya berasal dari kalangan muda.

Ia melanjutkan, dari banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika serta hasil analisa BNK Tangerang, sabu (meth ampetamine) dan ekstasi adalah jenis narkotika yang paling banyak digunakan para pengguna narkoba saat ini.

“Saya belum bisa merinci jumlah di Banten secara detail, tapi bisa dibayangkan dari sekian juta ini penyalahgunaan narkotika memang ada di wilayah Tangerang,” paparnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, sambung Dedi, BNK Tangerang terus melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Upaya itu, sambung Dedi, dilakukan dengan cara deteksi dini seperti tes urin, dan pemberian penyuluhan baik di lingkungan pendidikan maupun di lingkungan masyarakat.

“Tes urin salah satu kegiatan dalam rangka deteksi dini, kemudian ada juga seminar dengan kalangan tertentu berkaitan dengan bahaya penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

BACA JUGA:

. Santri di Lebak Harus Bisa Jadi Duta Anti Narkoba

. Bupati Tangerang Minta Pramuka Kampanyekan Anti Narkoba

. Polres Metro Jakarta Barat Bekuk Jaringan Narkoba Internasional

Tak hanya itu, untuk mengantisipasi peredaran narkoba yang semakin meluas tersebut kini BNK Kabupaten Tangerang memiliki upaya pencegahan melalui program TSM, yakni upaya pencegahan secara Terstsruktur Sistematis dan Masif.

Lebih jauh ia menerangkan, dalam penerapannya program TSM tersebut melibatkan semua unsur pemerintahan mulai dari Bupati, Camat, sampai ke tingkat desa RT dan RW. Kata dia, program TSM yang digagas BNK Kabupaten Tangerang tersebut telah diperkuat dengan adanya Permendagri No 12 Tahun 2019 Tentang fasilitasi pemerintah daerah dalam P4GN yakni ‘Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’.

“Program TSM ini sejalan dengan P4GN dan itu penguatan, jadi tidak ada lagi perangkat daerah yang bisa tinggal diam dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di daerah,” tegasnya. (Ricky/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.