Dari Kuota 100, Cuma 45 Warga Masjid Priyayi Kota Serang yang Berani Rapid Test

  • Whatsapp
Rapid Test Kota Serang
Warga Masjid Priyayi, menjalani rapid test yang digelar Dinkes Kota Serang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Meski sebagian besar menolak, namun ada juga warga Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten yang bersedia menjalani rapid test covid-19, Jum’at (19/6/2020). Dari 100 yang ditargetkan, hanya 45 warga yang berani menjalani rapid test.

Kepala Kelurahan Masjid Priyayi, Neneng Titin Kurnia kepada Redaksi24.com mengakui, meski ada penolakan, namun rapid test harus tetap dijalankan di kelurahannya. Sebab, kata Titin, sudah menjadi agenda Pemkot Serang untuk mendeteksi penyebaran covid-19.

Bacaan Lainnya

“Dari kuota 100 orang, ada 45 orang yang berani rapid test,” katanya.

Sedangkan bagi warga yang belum menjalani rapid test, sambung Titin, datanya diserahkan kepada Dinas Kesehatan sebagai laporan, Pihaknya hanya memberikan himbauan dan informasi pentingnya rapid test kepada warga.

Titin mengungkapkan, dari 45 warganya yang menjalani rapid test hasilnya negatif atau non reaktif. Sedangkan warga yang menolak rapid test, menurut Titin, dilandasi perasaan takut jika hasilnya ternyata reaktif.

“Karena awalnya ada informasi yang berlebihan bahwa yang tidak mau rapid test akan dijemput paksa. Kemudian di karantina, ada juga informasi yang menyebutkan cara pengambilan sampel darah dengan ditusuk hidungnya,” jelasnya.

Padahal, kata Titin, rapid test untuk mengukur sejauh mana kesehatan tubuh warga agar terhindar dari penyebaran virus covid-19. “Kami sebagai pelayan masyarakat mendukung program pemerintah, karena itu kami juga minta dukungan dari masyarakat,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.