Dari 600 Perusahaan di Kabupaten Serang, Cuma 30 yang Salurkan CSR

  • Whatsapp
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (tengah) menggelar evaluasi CSR dengan Tim Tanggungjawab Sosial Perusahaan.

REDAKSI24.COM – Selain penghasil pertanian, Kabupaten Serang, Banten juga dikenal sebagai daerah industri.  Sayangnya, dari 600 perusahaan, baru 30 yang telah bekerjasama dengan Pemkab Serang dalam penyaluran dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) kepada masyarakat.

“Sisanya pada kemana? Kalau ingin menyalurkan sendiri harus ada laporan secara detil kepada Tim TSP (Tanggungjawab Sosial Perusahaan, red), agar yang disalurkan juga sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkap Bupati Serang Tatu Chasanah pada evaluasi penyaluran CSR dengan Tim TSP di Pendopo Kabupaten Serang, Kamis (5/9/2019).

Bacaan Lainnya

Pernyataan Tatu menyusul masih banyak perusahaan yang belum menyalurkan CSR-nya. Karena itu, Tatu menyatakan perlu menggelar evaluasi pengelolaan dana CSR. Dia meminta Tim TSP bersikap tegas kepada setiap perusahaan Kabupaten Serang agar mau bekerjasama dalam pengelolaan CSR.

Ia menilai, jika perusahaan menyalurkan dana CSR sesuai aturan dan kebutuhan, akan memberikan dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya mereka yang ada di sekitar perusahaan.

“BPR Serang sebagai perusahaan kecil saja mampu menyalurkan dana CSR Rp400 juta, jika 700 perusahaan Kabupaten Serang juga menyalurkan sesuai dengan program, maka masalah RTLH (rumah tak layak huni, red) dan permasalahan lain juga akan terbantu,” imbuhnya.

BACA JUGA:

. Soal Proyek Geothermal, Warga Padarincang Tolak Undangan Bupati Serang

. Pemkab Serang Disebut Gagal Capai Target Pembangunan Daerah

Dia juga berencana, akan mengirimkan surat kepada seluruh perusahaan agar terintegrasi dengan Tim TSP. Sehingga, dana CSR yang dikelola bisa sinergi dengan program prioritas Pemkab Serang.

“Jika berharap dari APBD tidak akan cukup untuk membenahi semuanya. Karena itu, peran perusahaan sangat membantu untuk menyelesaikan sejumlah masalahan sosial kemasyarakatan,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum mengakui, agar bisa dirasakan masyarakat secara menyeluruh, pengelolaan dana CSR harus terintegarsi dengan program Pemkab Serang. “Nantinya jika ada investor masuk harus dipastikan dulu mau kerjasama dengan Pemkab Serang dalam menyalurkan dana CSR, jika tidak mau, tidak ada salahnya ditolak,” katanya.

Sementara itu, Ketua TSP Kabupaten Serang, Pascal Wilson mengaku sudah kerap menghimbau perusahaan untuk bersinergi dengan TSP dalam menyalurkan dana CSR. Namun, kata dia, masih banyak perusahaan yang tidak mengindahkan anjuran tersebut.

“Kami juga tidak bisa melakukan paksaan karena CSR bersifat sosial, sehingga butuh waktu untuk menyatukan persepsi,” ujarnya.

Dia mengaku akan mengikuti intruksi Bupati Serang untuk mengirimi surat kepada perusahaan yang masih ‘membandel’ dalam penyaluran CSR. “Kami tidak bisa memberikan sanksi, tapi akan kami kirimi surat rekomendasi agar perusahaan bekerjasama dalam penyakuran CSR,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.