Dapur Umum Dampak Covid-19 Dinsos Pandeglang Berdiri Tanpa Bantuan Dana

  • Whatsapp
dapur umum
Dapur Umum Dinsos PAndeglang di dirikan di Kecamatan Carita untuk memenuhi makan 600 warga terdampak Covid-19 di kecamatan tersebut.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, tidak mendapatlan dana Tak Terduga (TT) dalam penanggulangan bencana wabah covid-19 dari Pemda Pandeglang. Sehingga kebutuhan dapur umum dalam menanggulangi dampak covid-19 yang didirikan Dinsos tersebut penuh keterbatasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi24.com, Pemkab Pandeglang telah mengalokasikan dana TT sebesar Rp1,7 miliar dari APBD Pandeglang TA 2020. Anggaran tersebut dibagi ke sejumlah organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk penanggulangan wabah covid-19.

Bacaan Lainnya

Alokasi dana TT bagi sejumlah SKPD tersebut diantaranya, RSUD Berkah Pandeglang sebesar Rp599,800,000, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang sebesar Rp823,600,000, Dinas Perhubungan Rp45,040,000, Dinas Komunikasi, Informatika Sandi dan Statistik Rp82,980, 000.

Kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pandeglang Rp49,464,000, Satuan Polisi Pamong Praja Rp111,600,000, Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang Rp20.000.000, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Pandeglang Rp20,000,000.

Namun dari rincian alokasi dana TT ke sejumlah dinas tersebut, hanya Dinas Sosial Pandeglang, yang tidak mendapatkan dana TT untuk menanggulangi dampak covid-19.

Kepala Dinas Sosial Pandeglang, Nuriah mengatakan, sekarang ini pihaknya telah mendirikan dapur umum di Kecamatan Carita. Dapur umum itu dibuat untuk memberi makan bagi 600 warga terdampak covid-19 di kecamatan tersebut.

“Carita merupakan zona merah covid-19, adapun untuk jumlah porsi makanan yang disiapkan dalam setiap harinya sebanyak 600 bungkus,” ungkap Nuriah melalui sambungan telepon, Minggu (3/4/2020).

Saat ditanya sampai kapan dapur umum itu akan berlangsung. Nuriah mengaku, tergantung kondisi biaya yang ada. Namun sekarang juga pihaknya sudah kewalahan untuk penyediaan kebutuhan dapur umum tersebut. Sebab instansinya tidak mendapatkan anggaran dari Pemkab Pandeglang.

“Ya tergantung ketersediaan stok bahan pokoknya. Karena sekarang ini juga hanya punya beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Tapi untuk anggaran kebutuhan lain, seperti lauk-pauk itu tidak ada,” katanya.

Bahkan kata Nuriah, untuk mendirikan dapur umum saja pihalnya terpaksa harus merogoh sebagian uang pribadinya, karena minimnya anggaran.”Kemarin saja kami hanya bisa menyediakam nasi sama telor. Karena saat ini yang tersedia hanya beras dan telor, itupun telor juga dari donasi dan jumlahnya cukup terbatas,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Pandeglang Bertambah

. Mengupas Kolang Kaling, Warga Pandeglang Berburu Berkah Ramadan

. Ratusan Warga Cisata Pandeglang Terima Kartu Sembako Dampak Covid-19

Aktivis Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Sadin Maulana menyayangkan kondisi yang terjadi di dapur umum Dinsos Pandeglang tersebut. Dia menilai pengelolaan anggaran penanganan covid-19 tidak sesuai harapan.

“Pemkab Pandeglang terkesan tidak becus dalam mengelola anggaran. Dinas Sosial malah tidak kebagian anggaran penanganan covid-19. Padahal dinas itu paling depan dalam melakukan penanggulangan covid-19 itu, harusnya anggarannya lebih besar dari instansi lain,” tuturnya.

Tambah dia, selama covid-19 melanda masyarakat Pandeglang, Dinas Sosial Pandeglang seharusnya melakukan aksi nyatanya dalam memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat terdampak. Jika dana TT itu tidak ada, lalu dinas itu harus mengandalkan anggaran dari mana.

“Pemkab Pandeglang kebingungan dalam mengalokasikan dana TT. Karena dari delapan SKPD, hanya Dinsos yang tidak dapat,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.