Dapat Hibah Rp6 Miliar, FKDT Terus Tingkatkan Kemajuan Madrasah di Pandeglang

  • Whatsapp
Madrasah
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Pandeglang, endin Jaenudin.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Pandeglang, Banten, terus melakukan berbagai upaya dalam memajukan dan meningkatkan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTA) yang ada di kota badak tersebut.

Ketua FKDT Pandeglang, Endin Jaenudin mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi baik dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang maupun Provinsi Banten, untuk memajukan lembaga pendidikan MDTA di Pandeglang. Sebab, kata dia, selama ini MDTA masih jauh tertinggal dengan lembaga pendidikan lain.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat ingin sekolah madrasah di Pandeglang lebih maju lagi, baik dari segi saranananya maupun tingkat kesejahteraan tenaga pendidiknya. Makanya saya selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah, supaya bisa memberikan perhatian lebih terhadap MDTA,” ungkap Endin, saat ditemui di kediamannya di Kadubanen, Pandeglang, Selasa (14/1/2020).

BACA JUGA:

. Calon BPD Terpilih Bukan Warga Muruy, DPMPD Pandeglang Tunggu Putusan Disdukcapil

. Kahmi Pandeglang Siap Gelar Musda ke III

. BKD Bakal ‘Paksa‘ Pegawai Tugas di RSUD Aulia Pandeglang

Menurutnya, lembaga pendidikan MDTA itu adalah suatu pendidikan keagamaan Islam non formal yang menyelenggarakan pendidikan Islam, sebagai pelengkap bagi siswa pendidikan tingkat dasar. Melalui lembaga pendidikan itu, dipastikan mampu mencetak siswa yang Islami.

“Madrasah itu untuk medidikan anak bangsa, supaya pendidikan keagamaan Islam ini tertanam sejak dini. Maka dari itu, lembaga pendidikan MDTA di Pandeglang harus berkembang dan maju,” katanya.

Selain berjuang untuk peningkatan sarana pendidikan, lanjut Endin, pihaknya juga berupaya bagaimana tenaga pendidik MDTA di Pandeglang lebih sejahtera lagi. Karena sejauh ini, menurut dia, guru-guru MDTA tidak mendapatkan honor tetap, sehingga hal tersebut harus diperjuangkan secara maksimal.

“Guru Madrasah itu umumnya bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil), tapi rata-rata dari pondok pesantren. Maka sekarang saya sedang memperjuangkan untuk kesejahteraan para guru MDTA itu,” ujarnya.

Saat ditanya ada berapa sekolah MDTA di Pandeglang, Endin mengaku, ada sebanyak 800 MDTA dengan jumlah guru per sekolah MDTA sebanyak 5 orang. “Saya ingin MDTA bisa lebih maju lagi, karena lembaga pendidikan ini dapat mencetak generasi bangsa yang Islami dan berakhlak baik,” tuturnya.

Dia mwnyebut, perjuangan yang sudah dilakukan selama ini sudah mendapat respon positif dari pemerintah melalui bantuan dana hibah sebesar Rp6 miliar lebih untuk seluruh MDTA di Kabupaten Pandeglang.

“Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Pandeglang, Irna Narulita, yang sudah peduli terhadap lembaga pendidikan MDTA,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.