Danpuspomad: Sudah 57 Oknum TNI AD Ditetapkan Tersangka Perusakan Mapolsek Ciracas

  • Whatsapp
Dodik menetapkan tersangka 57 Oknum TNI dalam kasus perusakan Mapolsek Ciracas
Danpuspomad Lentjen TNI Dodik Widjanarko, dalam keterangan pers, di Markas Pomad, Jakarta, Rabu (16/9), menyatakan, pihaknya sudah menetapkan tersangka terhadap 57 oknum TNI AD dalam kasus dugaan perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/08)

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Danpuspomad (Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko menyatakan, pihaknya telah menetapkan tersangka kepada 57 orang oknum anggota TNI AD dalam kasus penyerangan dan perusakan Mapolsek ( Markas Kepolisian Sektor) Ciracas, Jakarta Timur dan sekitarnya, pada Sabtu (29/8) lalu.

“Pelaku yang sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka dan ditahan sebanyak 57 personel terdiri dari 25 satuan. Sedangkan sebanyak 33 personel sementara dikembalikan karena murni sebagai saksi,”ujar Dodik saat jumpa pers di Markas Puspomad, Jakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, selian menetapkan tersangka penyerangan Mapolsek Ciracas pihaknya juga memeriksa 50 orang saksi sipil dan satu orang saksi korban penganiayaan atas nama Husni Maulana.

BACA JUGA:Terkait Insiden Perusakan Mapolsek Ciracas, Danpuspomad: 29 Oknum Prajurit TNI Jadi Tersangka dan Sudah Ditahan

“Karena Husni Maulana sebagai saksi korban, penyidik melakukan pemeriksaan pada Selasa (15/9). Penyidik telah meminta hasil visum Husni kepada tim dokter yang merawat di RSPAD,” ungkapnya.

Hasil visum saksi korban itu, lanjut Dodik, akan dilampirkan untuk menguatkan berkas perkara para tersangka. Puspomad hingga saat ini juga masih menunggu dua orang saksi penganiayaan lain yang masih dirawat di RSPAD.

BACA JUGA:Diduga Pemicu Kecemburuan, Kesejahteraan Prajurit TNI Disorot Komisi I DPR

“Setiap perkembangan proses TNI AD selalu kami sampaikan laporan kepada Danpom TNI karena secara global akan dihimpun,” tutur Danpuspomad.

Ditambahkan Dodik, apabila nanti dari hasil penyidikan dan penyelidikan oknum TNI AD sudah tidak ada tersangka tambahan, maka proses dianggap selesai sehingga berkas perkaranya bisa dilimpahkan ke Oditur Militer II Jakarta untuk selanjutnya dilaksanakan proses peradilan militer.(Syaiful/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.