Dana BOP RT RW Desa Pasanggarahan Diduga Diselewengkan Oknum

oleh -
Dana BOP RT RW Desa Pasanggarahan Diduga Diselewengkan Oknum DPMPD Kabupaten Tangerang
Kepala Desa (Kades) Pasanggarahan, Agus Setyantoro menduga ada penyelewengan sebelum dirinya menjabat, sehingga dana BOP tidak tersalurkan kepada yang berhak menerima, dalam hal ini para ketua RT/RW.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dana Bantuan Operasional (BOP) bagi 73 RT dan 13 RW di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, selama tiga bulan raib entah kemana. Para Ketua RT Dan RW di desa tersebut mengaku belum menerima dana BOP untuk bulan Agustus, September dan Oktober 2021.

“Seharusnya kami terima BOP untuk lima bulan, untuk Agustus sampai Desember 2021, ternyata hanya terima dua bulan untuk Nopember dan Desember,” ungkap Marjuki, Ketua RW 10 Desa Pasanggrahan kepada Redaksi24.com, Rabu (15/12/2021).

Sementara dana BOP RT RW untuk tiga bulan sebelumnya, lanjut dia, hingga kini belum ada kejelasannya.

“Entah raib kemana BOP RT RW untuk tiga bulan itu, sedangkan Pjs (pejabat sementara) Kades Pasanggarahan saat ditanya mengaku tidak mencairkan anggaran untuk BOP,” imbuh Marjuki.

Ade Rusmana, Ketua RT 01/RW 09 Perumahan Taman Kirana Surya membeberkan, anggaran BOP RT RW untuk tiga bulan yang hingga kini tidak jelas, jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.

BACA JUGA: Kades Pasanggarahan Ngaku Berwenang Pecat Perangkat Desa

Ade yang ditemui di kediamannya mengungkapkan, anggaran BOP untuk 73 RT jumlahnya sebesar Rp65.700.000. Sedangkan untuk  BOP 13 RW jumlahnya Rp15.600.000. Total keseluruhan dana BOP untuk tiga bulan jumlahnya sekitar Rp81.300.000.

Ade menegaskan, bila persoalan ini tidak bisadi musyawarahkan dengan baik antara Kades, Pjs dan Camat Solear, pihaknya akan mengadukan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang.

“Kalau masih belun jelas juga, kami akan adukan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara),” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pasanggarahan, Agus Setyantoro menduga ada penyelewengan sebelum dirinya menjabat, sehingga dana BOP tidak tersalurkan kepada yang berhak menerima, dalam hal ini para ketua RT/RW.

Menurut Agus, pihaknya hanya mencairkan BOP RT RW untuk dua bulan terakhir, yaitu bulan Nopember dan Desember 2021.

“Kalau untuk tiga bulan sebelumnya bukan saya yang mencairkan, itu sudah jelas ada di print out rekening desa dan sudah dicairkan oleh pejabat desa sebelumnya,” ungkap Agus Setyantoro.

Agus mengaku sudah melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana BOP RT RW tersebut ke Inspektorat Kabupaten Tangerang.(Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.