Dana Bantuan Covid-19 Raib, Kades Angsana Pandeglang Dinilai Lalai

  • Whatsapp
dana covid-19 pandeglang
Ilustrasi - Dana bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 Desa Angsana, Pandeglang, raib digasak pencuri.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan menilai Kepala Desa (Kades) Angsana, Kecamatan Angsana, telah lalai dalam menjaga dana bantuan covid-19 yang hilang sepekan lalu.

Doni Hermawan menyebut, seharusnya Kades lebih hati-hati dalam menjaga dana bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19. Karena itu adalah uang Negara, yang diperuntukan bagi warga Desa Angsana.

Bacaan Lainnya

“Itu sebuah kelalaian dari seorang Kades. Kalau dia (Kades) lebih hati – hati, uang itu tidak akan hilang. Akhirnya bantuan kepada warga sekarang terhambat,” ungkap Doni melalui sambungan telepon, Jumat (10/7/2020).

Doni juga menegaskan, agar Kades mengganti uang yang hilang tersebut. Karena hilangnya dana bantuan itu setelah ditarik Kades Angsana dari Bank BRI Cabang Paninbang. Pihaknya juga memberikan jangka waktu dua pecan bagi Kades untuk mengganti uang bantuan yang hilang tersebut.

“Karena itu uang Negara yang sudah ditransfer ke rekening desa dan sudah ditarik oleh Kades, jadi mau tidak mau Kades harus diganti supaya warga segera menerima haknya,” tegas Doni.

BACA JUGA: DPRD Pandeglang Minta Polisi Ungkap Pencuri Dana Covid-19 Desa Angsana

Sementara Kapolsek Patia, Pandeglang, Iptu Samsuri mengatakan, proses penyelidikan pelaku pencurian dana bantuan covid-19 pada kendaraan milik Kades Angsana masih terus dilakukan. Dari hasil penyelidikan awal, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada kendaraan milik Kades Angsana yang digunakan untuk membawa dana bantuan tersebut.

“Kalau kendaraan milik korban kondisinya utuh. Karena pintu mobilnya hanya ditutup biasa tidak dikunci,” ujarnya.

Dikonfirmasi kembali, Kades Angsana, Pendi mengakui saat menambal ban, dirinya tidak mengunci pintu mobil. Namun saat hendak masuk usai menambal ban, dia mendapati pintu mobil depan sudah dalam keadaan sedikit terbuka.

BACA JUGA: Dari Rp2,1 Triliun Dana Covid-19 Banten, Baru Terserap 26 Persen

Ketika ditanya nomor polisi mobil yang dikendarainya pada saat peristiwa hilangnya uang tersebut, Kades mengaku lupa. “Kondisi mobil utuh dan tidak ada tanda pembobolan. Hanya saja pintu mobil tidak saya kunci, namun pas dilihat pintu mobil dalam keadaan sedikit terbuka,” imbuhnya.

Saat ditanya kesiapan mengganti uang bantuan tersebut, Kades mengaku pihaknya meminta waktu selama 10 hari. “Sekarang masih siproses di kepolisian, soal uang yang hilang itu, tentu saya bertanggungjawab penuh,” janji Kades. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.