Dampak Wabah Corona, Gula Pasir di Minimarket Langka

  • Whatsapp
Ilustrasi

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Dampak wabah virus Corona yang mulai merebak di wilayah Tangerang menyebabkan sejumlah minimarket di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, kehabisan stok gula pasir. Langkanya gula pasir pada usaha bidang ritel ini sudah terjadi sekitar dua minggu pasca isu Covid-19 masuk ke wilayah Indonesia,.

Menurut Herdiansyah salah seorang pramuniaga minimarket di Tigaraksa, Kabupaten Tanberang, Selasa (17/3/2020), kosongnya stok gula pasir itu dikarenakan bagian pendistribusian barang sudah tidak mengirimkan gula pasir sejak dua minggu terakhir. Kata dia, selain susah didapat saat ini harga gula pasir juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

“Yang sekilo itu harga biasanya Rp12.000/kg naik menjadi Rp15.000/kg,” ungkapnya kepada Redaksi24.com

Ia melanjutkan, langkanya gula pasir itu juga dikeluhkan oleh para pembeli. Menurut penuturan para pelanggannya, tak hanya di minimarket, saat ini gula pasir juga susah didapat di warung-warung kecil.

“Sejak isu virus corona itu mas kita sudah kehabisan stok gula pasir. Belum ada informasi yang jelas juga dari bagian gudang kenapa bisa kosong,” tuturnya

Sementara itu, Yeasi Jasmine (37) salah seorang ibu rumah tangga sekaligus warga Tigaraksa mengeluhkan soal harga gula pasir yang naik secara tiba-tiba tersebut. Kata dia, meski di pasar tradisional masih ada yang menjual namun harganya naik drastis.

“Mahal banget! Yang seperapat aja sekarang harganya Rp5.000 kalau saya dengar karena dampak Corona,” tukasnya.

BACA JUGA:

Kebutuhan Sembako Aman, Banten Siap Tangani Pasien Corona

Warga Diminta Tenang, Virus Corona Covid 19 Tak Cocok Dengan Iklim di Indonesia

Kondisi yang sama terjadi di minimarket- mini market yang tersebar di Kabupaten Tangerang, diantaranya Kecamatan Legok dan Curug. Akibatnya para konsumen yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga mengeluh lantaran harus mencari gula di warung-warung. ” Tidak semua warung ada. Kalaupun ada harganya cukup mahal. Dari yang biasanya Rp 12.500 menjadi Rp 17.500,” kata Kemala warga Curug, Kabupaten Tangerang.

Kenaikan itu tejadi, kata dia, karena di sejumlah pasar harga gula pasir sudah melonjak. ” kata pemilik warung, gula itu naik karena saat dia belanja di pasar, harganya memang sudah naik,” kata dia. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.