Dampak Refocusing Anggaran, Warga Pandeglang Swadaya Perbaiki Jalan

  • Whatsapp
perbaikan jalan
Warga Kecamatan Pagelaran Pandeglang bergotong royong memperbaiki jalan rusak.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten Pandeglang, telah melakukan refucusing anggaran dari sebagian besar kegiatan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pandeglang. Pegeseran anggaran itu dilakukan untuk penanggulangan pandemi covid-19.

Dampak dari refocusing anggaran tersebut, sebagian besar proyek fisik, umumnya pembangunan jalan di Kabupaten Pandeglang hilang. Menyadari itu, kini banyak warga sejumlah kecamatan di Pandeglang melakukan perbaikan jalan secara swadaya menggunakan dana hasil iuran dan sumbangsih dari para donatur.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilakukan warga di Kecamatan Pagelaran. Warga secara swadaya memperbaiki dua ruas jalan, yakni Bama-Pagelaran dan Montor-Pagelaran. Hingga saat ini proses perbaikan jalan melalui swadaya itu maaih berlangsung.

Selain di Pagelaran, kegiatan yang sama juga dilakukan warga Kecamatan Cisata dan Kecamatan Menes, warga di kedua kecamatan tersebut bergotong royong melakukan perbaikan jalan kabupaten dengan menggunakan anggaran hasil iuran.

Kepala Desa (Kades) Kondangjaya, Kecamatan Cisata, Andes mengatakan, perbaikan ruas jalan yang dilakukan secara swadaya itu mulai dari Desa Kondangjaya hingga Kubangkondang. Warga bersama mengurug jalan yang berlubang dengan batu krikil, untuk meminimalisir kerusakan jalan.

“Memang harusnya tahun 2020 ini ruas Jalan Kubangkondang dibangun pemerintah. Tapi karena adanya pandemi covid-19 akhirnya batal dibangun, maka untuk meminimalisir kerusakan, warga melakukan perbaikan secara swadaya,” ungkap Andes, Senin (15/6/2020).

Sesuai informasi yang diketahuinya, untuk tahun ini tidak ada proyek pembangunan fisik di Pandeglang, karena semua fokus pada penanggulangan pandemi covid-19. Sebab itu, warga berinisiatif melakukan perbaikan Jalan Cisata-Kubangkondang secara swadaya.

“Adapun anggaran yang digunakan untuk perbaikan itu, yakni hasil sumbangan dari para donatur dan iuran warga,” katanya.

Sementara, seorang pejabat Pemkab Pandeglang, yang merupakan Pembina Wilayah (Binwil) Kecamatan Cisata, M Amri menuturkan, sebelumnya Pemkab Pandeglang sudah menganggarkan dana untuk pembangunan ruas Jalan Cisata-Kubangkondang. Namun karena ada pandemi covid-19, perbaikan jalan yang rencananya akan dilakukan tahun 2020 ini batal dilaksanakan.

“Pemkab Pandelang telah merefocusing anggaran kegiatan, termasuk rencana kegiatan pembangunan ruas Jalan Cisata-Kubangkondang. Maka karena dananya dialihkan ke penanggulangan covid-19, sehingga jalan ini batal dibangun tahun ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan batalnya dibangun tahun ini, wargta Kubangkondang berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya, dengan harapan agar warga tidak terlalu kesulitan saat melintas di ruas jalan yang rusak tersebut. Karena memang, kerusakan jalan saat ini sudah cukup parah.

“Kerusakan jalan sudah terlalu parah, dilakukan pengurugan dengan batu beskos. Sekarang ini sudah menghabiskan sebanyak 25 dump truk,” tuturnya seraya menyebut warga semangat bergotong royong memperbaiki Jalan Cisata-Kubangkondang.

“Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaga bahkan materi agar jalan layak dilalui,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.