Dampak Covid-19, Sektor UKM di Baduy Lesu

  • Whatsapp
UKM di Baduy Lesu.

LEBAK,  REDAKSI24.COM – Wabah Covid-19  atau virus corona  menjadikan para pelaku  Usaha Kecil dan Menengah (UKM)  semakin lesu. Hal tersebut dirasakan oleh para pelaku UKM Suku Adat Baduy  yang terkenal dengan pengrajin kain tenunnya di Kabupaten Lebak, Banten.

Para pengrajin kain tenun di Baduy mengaku  penjualan kerajinannya anjlok karena sepinya pengunjung yang datang ke wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Santi (32) warga Baduy,  Desa Kanekes,  Kecamatan  Leuwidamar,  Kabupaten Lebak, Banten mengaku dalam seminggu dirinya hanya bisa menjual 1 sampai 3 kain. Padahal sebelum adanya wabah Covid-19, barang yang laku bisa mencapai 5-10 kain

Bahkan, kata dia, kondisi itu belakangan ini semakin parah. Terbukti dalam beberapa hari barang dagangannya tidak ada pembeli. “Udah beberapa hari belum ada yang beli, sepi, ” kata Santi kepada Redaksi24.com, Selasa (16/6/2020).

Ia mengaku,  dalam menjualkan hasil kerajinan tangan, dirinya hanya mengandalkan wisatawan yang berlibur di wilayah tersebut. Namun, karena wabah Covid-19, kawasan Suku Adat Baduy itu ditutup oleh Pemerintah, sehingga tidak ada wisatawan yang berkunjung.

Akibatnya, kata Santi yang menjual kain tenunnya dengan berbagai ukuran seharga Rp  25 Ribu sampai Rp 35 Ribu, berikut  ragam kerajinan tangan khas daerah tersebut  seperti, ikat kepala,  baju,  dan souvenir lainnya, berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

Sama Halnya dengan Sardi (39) penjual madu asli Baduy. Ia mengaku semenjak wabah Covid-19, dagangannya minim pembeli.”Biasanya madu madu saya titipkan ke warung-warung di kawasan Baduy luar.  Tapi karena sepi pengunjung,  madu juga jarang ada yang beli, ” katanya sembari berharap wabah Covid-19 cepat berlalu, sehingga kondisi kembali normal. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.