Dampak Covid-19, Ribuan Perempuan Serang Menjadi Janda

  • Whatsapp
KAsus perceraian Serang
Ketua Pengadilan Agama Serang, Dalih Effendy.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gara-gara pandemi Covid-19, sekitar 1.600 warga di Serang menjadi janda dan duda. Pasalnya, covid-19 membuat warga mengalami kesulitan ekonomi yang memicu terjadinya perceraian pasangan suami istri (Pasutri).

Ketua Pengadilan Agama Serang, Dalih Effendy kepada wartawan Jumat (10/7/2020) di Kantor Pengadilan Agama Serang mengungkapkan, pada tahun 2019 lalu, terjadi sebanyak 5000 kasus perceraian.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2020 ini baru 2000 lebih, tapi tidak hanya cerai campur, ada yang isbat juga banyak sekitar 1.600 sudah ada sampai dengan bulan Juli ini. Itu sudah selesai yang masih proses masih banyak sekitar 2.500-an,” katanya, Jum’at (10/7/2020).

Dalih menyebut, paling banyak kasus perceraian tersebut terjadi di Kabupaten Serang. Namun tidak sedikit pula kasus perceraian pasutri di Kota Serang. Terkait kecamatan mana yang tingkat perceraiannya tinggi, Dalih tidak bisa memastikan.

BACA JUGA: Banten Zona Kuning Covid-19, KBM SD dan SMP di Kota Serang Masih Akan Gunakan Daring dan Luring

“Hampir di semua kecamatan ada kasus perceraian. Paling banyak di Kabupaten Serang, Kota Serang juga ada,” imbuhnya.

Dari angka perceraian tersebut, sambung Dalih, didominasi usia produktif, usia 30 tahun. Pihaknya juga menyadari mediasi yang dilakukan Pengadilan Agama kecil tingkat keberhasilnnya.

“Keberhasilan mediasi kecil, karena rata-rata sudah pisah sebelum proses pengadilan, jadi agak susah untuk dimediasi,” ungkapnya.

Dalih mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk mencegah atau menekan tingkat kasus perceraian Pasutri. Salah satunya menguatkan koordinasi dengan KUA.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.