Dampak covid-19, Pendapatan PLTU 2 Labuan Terancam Menurun

  • Whatsapp
PLTU 2 Labuan

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM–Dampak pandemi Covid-19, pendapatan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Labuan, Pandeglang, Banten, terancam menurun, sebab jika pandemi Covid-19 tersebut terjadi berlarut-larut, mengakibatkan semakin menurunnya penggunaan daya listrik khususnya akibat banyaknya pabrik yang tutup.

GM Indonesia Power PLTU 2 Labuan – Banten, Zuhdi Rahmanto memgatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini memang dampaknya terhadap perusahaan belum begitu terasa secara langsung. Namun jika hal ini terjadi berlarut-larut, tentu akan menurunnya penggunaan daya listrik, dan otomatis pendapatan pun akan semakin menurun.

Bacaan Lainnya

“Karena perusahaan – perusahaan besar jika berhenti beroperasi, tentu penggunaan daya listrik menurun dan itu tentunya akan berdampak pada pendapatan perusahaan,” ungkapnya, Kamis (23/4/2020).

Sekarang ini kata Zuhdi, penurunan beban listrik mulai terasa, sehingga mesin pembangkit di PLTU 2 Labuan tidak beroperasi secara maksimal.

“Untuk pembangkit listri Jawa – Bali ini terjadi penurunan sebesar 12 persen. Karena dari beban puncak daya listrik 27.000 Mega Watt (MW) terjadi penurunan 3.000 MW,” katanya.

Saat ditanya selama masa pandemi Covid-19 ini apakah ada pegawai yang dirumahkan. Zuhdi mengaku, dalam mencegah penyebaran dan penanggulangan Covid-19 ini, pihaknya sudah menetapkan satu prosedur atau protokol bahwa setiap hari harus melaporkan perkembangan atau kondisi kesehatan pegawai, dan kondisi kelengkapan APD ke Kantor pusat.

“Kami juga mengatur sebagian jadwal kerja pegawai. Seperti pegawai yang tidak berkaitan dengan produksi langsung, bisa bekerja dari rumah. Tapi tidak kami pungkiri kalau PLTU harus ada pegawai yang masuk, karena berkaitan dengan proses tenaga listrik yang beroperasi 24 jam,” ujarnya.

Sementara, Humas PLTU 2 Labuan, Heri Hermawan menuturkan, pihak perusahaan juga sudah melakukan edaran direksi terkait pelaksanaan WFH. Kata dia, WFH ini lebih banyak diberlakukan terhadap pekerja suporting, seperti administrasi dan engineering.

“Kami juga memfasilitasi bagi pegawai dalam melakukan WFH. Karena masa pandemi Covid-19 ini, kami upayakan 90 pegawai itu melakukan WFH. Karena memang kami mengurangi pegawai bekerja di perusahaan dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini,” tandasnya. (Samsul/Hendra).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.