Dampak Covid-19, Pemohon SIM di Polres Cilegon Menurun 30%

  • Whatsapp
Satlantas Polres Cilegon
Loket pelayanan SIM di Satlantas Polres Cilegon nampak lengang menyusul merebaknya wabah Covid-19.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Permohonan pembuatan SIM di Satlantas Polres Cilegon menurun cukup signifikan sejak dua bulan terakhir. Penurunan itu dampak dari penyebaran corona virus disease atau Covid-19 yang makin hari pengidapnya terus meningkat.

Kanit Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Regident) Satlantas Polres Cilegon, Iptu Jimmy Valentino mengatakan, pihaknya telah melakukan Analisa dan Evaluasi (ANEV) produksi SIM dan hasilnya terjadi penurunan sekitar 30% dibandingkan dengan hari biasanya.

Bacaan Lainnya

Pada bulan biasanya, kata dia terdapat sebanyak 40 sampai 50 pemohon SIM dalam sehari. Namun dalam sebulan belakangan uini, tidak hanya SIM, permohonan STNK dan BPKB juga menurun.

“Bagi warga yang SIM-nya sudah tidak berlaku atau mati bertepatan dengan pandemi Covid-19 seperti saat ini, tidak perlu khawatir, karena bisa diperpanjang jika situasi sudah kembali normal,” kata Jimmy, Senin (30/3/2020).

Menurut dia, saat ini petugas tidak akan melakukan penilangan kepada pengendara yang SIM mati atau telah berakhir, “Kami tidak boleh mentilang selama situasi belum normal, Kebijakan Korlantas masa perpanjangan SIM yang mati sampai kondisi normal.” tegasnya.

BACA JUGA:

. Cegah Covid-19, Partai Demokrat Kota Cilegon Bagi-Bagi Masker Gratis

. HMI Serang dan Cilegon Mendesak Penerapan Karantina Wilayah

. Di Cilegon, Bayi Laki-Laki Berselimut Sajadah Ditinggal Dalam Masjid

Selain itu, pihaknya juga mencegah penyebaran Covid-19 di Satlantas Polres Cilegon dengan memberlakukan dobel perlindungan kepada warga yang hendak melakukan permohonan pelayanan dengan cara menyediakan sejumlah fasilitas kesehatan.

“Sesuai standar protokol Covid-19 itu di pos pelayanan itu kami siapkan bilik sterilisasi, kemudian juga fasilitas cuci tangan pakai sabun. Di dalam juga disiapkan hand sanitizer, jadi kami buat dobel perlindungan standar pelayanan.” tambahnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.