Dampak Covid-19, PAD Lebak Turun Hingga Rp 87 M

  • Whatsapp
Kantor BPKAD Lebak.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Akibat mewabahnya Covid-19, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Lebak mencatat terdapat penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 87 Miliar.

Hal itu dikatakan Kepala BPKAD Lebak, Budi Santoso, bahwa pada tahun 2020 ini, Pemkab Lebak menargetkan perolehan PAD sebesar Rp. 384,8 M, namun target tersebut menurun Rp. 87 M atau menjadi Rp.297,7 M, karena di refocusing untuk penangangan virus Corona.

Bacaan Lainnya

” PAD turun sebesar 87 M atau sebanyak 22,66 persen dari target awal, ” kata Budi kepada Redaksi24.com ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (2/6/2020).

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Anggaran BPKAD lebak Agung Budi Santoso mengatakan, PAD tersebut bersumber pada 4 sektor pendapatan seperti, Pendapatan Pajak Daerah, Pendapatan Retribusi Daerah, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan Pendapatan lain-lain PAD yang sah.

Lebih jauh Agung merinci, pihaknya telah melakukan Refocusing terhadap seluruh sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) termasuk PAD guna penanganan virus Corona di Lebak. Pada refocusing tersebut target PAD Lebak sebesar Rp. 384,8 M turun sebesar 22 Persen, sehingga saat ini menjadi 297,7 M. Dengan rincian Pendapatan Pajak Daerah yang awalnya direncanakan sebesar Rp. 86 M turun sebesar 7 persen sehingga menjadi Rp. 79 M.

Pada Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp. 12 M turun 23 persen sehingga menjadi Rp. 9,8 M, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah sebesar Rp. 4,8 M turun 16 persen sehingga menjadi Rp. 3,9 M dan pada Pendapatan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp. 280 M turun 27 persen sehingga menjadi Rp. 204 M.

“Penyumbang yang terbesar itu ada pada Pendapatan lain-lain, seperti Bunga deposito, jasa giro, pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dan Puskesmas. Namun perlu diingat BLUD itu langsung masuk ke Rekening blud masing-masing, tidak ke kas daerah, sehingga mereka bisa langsung membelanjakannya,” kata Agung.

Samahaknya yang terjadi di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Kepala Bapenda Kabupaten Lebak, Hari Setiono membenarkan adanya pegurangan pada target pajak daerah yang awalnya sebesar Rp. 86 M, turun sebesar Rp. 6,4 M atau sebesar 7.5 Persen sehingga saat ini menjadi Rp. 79 M.

“Penyesuaian anggaran ini tidak lepas dari Kementrian Keuangan, dan Kementrian Dalam Negeri, dimana unsur Pemerintah pusat tersebut mengharuskan pemerintah daerah untuk menjaga iklim investasi, kelangsungan UKM, ” kata Hari.

Katanya, pada periode bulan Januari hingga Mei 2020 sendiri total pendapatan pajak daerah sudah masuk sebesar 33,6 M atau sebesar 42,14 persen dari target sekitar Rp. 79 M. Ditengah Pandemi Virus Corona, pihaknya sendiri memberikan keringanan kepada wajib pajak berupa penghapusan sanksi administrasi berupa denda keterlambatan pembayaran pajak. Hal tersebut dilakukan guna memberikan keringanan terhadap para wajib pajak ditengah Pandemi virus ini.

” Kita optimis dapat mencapai target tersebut, karena selain memberikan keringanan berupa penghapusan denda pajak, kami juga memberikan kemudahan kepada wajib pajak untuk membayar kewajiban mereka melalui berbagai fasilitas online, ” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.