Dampak Covid-19, Nelayan Karangantu Serang Bingung Jual Hasil Tangkapan

  • Whatsapp
nelayan karangantu
Nelayan Karangantu, Kota Serang saat ini kebingungan untuk menjual hasil tangkapan karena menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sejak mewabahnya virus corona atau covid-19, nelayan di Karangantu, Kota Serang, Banten harus kehilangan pelanggan. Mereka mengeluhkan menurunnya jumlah pelanggan yang biasa datang membeli hasil tangkapan ikan.

“Biasanya pelanggan berdatangan membeli ikan, bahkan dari luar Kota Serang juga membeli ikan di sini. Sekarang sepi,” kata seornag Nelayan, Sudading (53) kepada wartawan di Pantai Karangantu, Rabu (20/5/2020).

Bacaan Lainnya

Dampak corona, kata dia, sangat berpengaruh kepada penghasilan nelayan. Mereka bingung kemana harus memasarkan hasil tangkapan ikannya, sementara jumlah kunjungan pelanggan menurun drastis. Imbasnya nelayan sulit memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Tak hanya itu, kata Sudading, ada kenaikan harga harga dari ikan yang dijual ke pelelangan. Yang biasa dijual Rp10.000 per kilogram menjadi Rp15.000 per kilogram. Nelayan berharap, pemerintah turun tangan untuk mengatasi dampak covid-19 yang menimpa nelayan Karangantu.

Disinggung bantuan sosial dari Pemerintah Kota Serang, Sudading mengaku mendapatkannya meski ada juga nelayan yang tidak mendapatkan sama sekali. “Dapat bantuan Sembako, tapi ada yang tidak dapat juga,” imbuhnya.

Terkait jadwal melaut, menurut Sudading, tidak ada perubahan meski ditengah pandemi covid-19. Nelayan, kata dia, tetap melaut meski ada kekhawatiran terpapar covid-19. Sebab jika tidak melaut mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Banyak imbas akibat pandemi covid-19. Banyak pesanan dari Rangkas, Cikesal dan daerah lainnya yang ditunda, karena jalur kereta ditutup, mau anyar pakai mobi ongkosnya mahal,” keluhnya. “Pokoknya sejak korona sudah gak ada lagi pesanan dari luar daerah,” sambung Sudading.

Sementara itu, seorang pedagang ikan di Pasar Karangantu, Haryadi (47) juga mengeluhkan sepinya pembeli sejak mewabahnya covid-19. “Harga ikan juga melonjak, pembelinya sepi karena corona. Kalau hasil tangkapan ikan tidak ada pengaruh,” ungkapnya seraya menyebut pendapatan nelayan jauh berbeda sebelum pandemi covid-19.

“Untung saja ini bulan puasa, pembeli agak ramai, kalau hari-hari biasa itu parah, paling ngandelin Sabtu Minggu agak mendingan,” ujarnya.

Di Pasar Karangantu Haryadi menjual berbagai ikan dengan harga jual normal, diantaramya  ikan kurisi dengan harga Rp25.000 per kilogram, ikan tempurungan Rp20.000 per kilogram, ikan kue Rp50.000 per kilogram dan ikan ekor kuning dijual seharga Rp25.000 per kilogram.

“Yang banyak dibeli itu ikan buat dibakar yaitu ekor kuning,” paparnya seraya berharap pandemi covid-19 segera berakhir karena sangat merugikan nelayan.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.