Dampak Covid-19 Lebih Parah dari Tsunami Bagi Hotel di Kawasan Anyer Serang

  • Whatsapp
dampak covid 19 hotel di anyer
Jajaran Dispar Kabupaten Serang menggelar pertemuan dengan pengelola hotel di kawasan Anyer, Rabu (17/6/2020).

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dampak virus corona atau covid-19 membuat kunjungan hotel di kawasan wisata Pantai Cinangka-Anyer Kabupaten Serang, Banten, drastis. Imbas lainnya, banyak karyawan hotel yang dirumahkan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Parawisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Hamdani kepada wartawan, Rabu (17/6/2020). Menurutnya, dampak pandemi covid-19 lebih parah dari bencana lainnya terhadap usaha jasa perhotelan dan restoran. “Pengunjung sampai 0% dari mulai tutup bulan Maret. Kondisi paling parah dibanding bencana lainnya,” katanya.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, Hamdani mengaku merasa yakin usaha jasa perhotelan dan restoran akan bangkit pasca pandemi virus covid-19. “Kami selalu optimis ini segera berlalu dan hotel bisa meningkatkan lagi tingkat kunjungan, khususnya ke kawasan Pantai Anyer,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Aston Anyer Beach Hotel, Dodi Faturahman mengakui, dampak pandemi covid-19 lebih parah dari bencana tsunami terhadap tingkat kunjungan hotel. “Mulai lebaran ada sedikit kenaikan dari tingkat kunjungan,” ungkapnya.

Padahal Dodi mengaku pihaknya sudah melakukan filtering bagi tamu yang datang daerah zona merah Covid-19, semisal dari Jakarta. Bahkan mereka tidak bisa melakukan pesanan secara online, tapi lebih mengutamakan tingkat lokal.

“Memang target market kami dari Cilegon, Serang, Tangerang. Ternyata lokal market saat pandemi covid-19 malah lebih ramai,” ujarnya.

Dodi melanjutkan, upayanya untuk meningkatkan target market yaitu melakukan setifikasi save travel. Pihaknya melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah untuk menuju new normal.

“Kami juga sudah melakukan rapid test kepada seluruh karyawan,” imbuh Dodi.

Dengan sertifikat protokol kesehatan, menurut Dodi, pihaknya diperbolehkan untuk membuka kembali usaha jasa perhotelannya selama masa pandemi covid-19, (Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.