Dampak Covid-19, Jasa Angkutan Penyeberangan Kapal Pelabuhan Merak-Bakauheni Turun 50%

  • Whatsapp
pelabuhan merak
Sejak larangan mudik dioberlakukan, Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten lengang dari aktivitas pemudik.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona virus disease atau Covid-19, rupanya berdampak pada pengusaha pelayaran di lintasan Merak-Bakauheni.

“Sejak larangan mudik diberlakukan, di Pelabuhan Merak ini tidak ada lagi pelayanan angkutan bagi pemudik, baik penumpang pejalan kaki maupun pemudik pengguna sepeda motor dan pemudik kendaraan pribadi, seperti pada tahun sebelumnya pada musim lebaran,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Ferry (Gapasdaf) Merak, Togar Napitupulu, Jumat (22/5/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Togar, penurunan yang sangat signifikan terjadi pada angkutan penyeberangan hingga mencapai 50%. Jika, dibandingkan dengan angkutan lebaran tahun 2019. “Ya, karena minimnya kapal yang beroperasi dan tidak adanya kapal yang mengangkut pemudik,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Antar Provinsi di Pelabuhan Merak

. Sopir Ambulan Keluhkan Bayar Rapid Test di Pelabuhan Merak

Ia juga mengatakan, sebelum pemerintah memberlakukan larangan mudik guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihaknya mengoperasikan hingga 27 kapal untuk 7 dermaga. Namun, saat saat ini pihaknya hanya mengoperasikan sedikitnya 14 kapal untuk 3 dermaga reguler dan 1 dermaga eksekutif.

“Meskipun saat dimana para pengusaha pelayaran harus tetap melaksanakan anjuran pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Kami para pengusaha pelayaran berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu dan angkutan pelayaran bisa kembali beroperasi dengan normal,” harapnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.