Dampak COVID-19 Dikhawatirkan Lahirkan SDM Kurang Berkualitas

  • Whatsapp
Hasto Wardoyo

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengkhawatirkan pandemi COVID-19 yang mewabah  di tanah air membawa dampak pada proses reproduksi sehingga melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang kurang berkualitas.

“Kalau COVID-19 dampaknya terhadap proses reproduksi serius, maka lahirlah SDM yang kurang berkualitas yang akan memengaruhi ke depan,”ujar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam jumpa pers terkait Hari Kependudukan Dunia 2020, di Jakarta, Jumat (10/07/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Hasto,  untuk dapat memetik dan mendapatkan bonus demografi di Indonesia,  maka hal itu tidak serta merta dipengaruhi oleh COVID-19 saja,  melainkan melalui proses yang cukup panjang. Kata dia, sukses kontrasepsi sejak 1973 hingga sekarang, tengah memasuki bonus demografi.

Namun, bonus demografi tersebut bisa saja terpengaruh karena pandemi COVID-19. “Untuk mendapatkan bonus demografi syaratnya harus berkualitas,” jelasnya.

Di samping itu kejadian-kejadian restriksi ekonomi harusnya dengan jumlah SDM produktif dua kali lipat dari yang tidak produktif  sehingga  kesempatan bekerja dan pendapatan per kapita seharusnya juga naik.

Namun, lanjut dia,  karena adanya pandemi COVID-19 banyak orang yang dipulangkan, semisal terkena pemutusan hubungan kerja,  sehingga berujung pada naiknya angka pengangguran. Dari kondisi seperti ini maka bonus demografi tadi tidak berhasil didapatkan.

Belum lagi, kata dia, pasangan usia subur yang baru saja menikah saat ini juga terganggu atau terhalang dengan layanan kontrasepsi sehingga memicu lahirnya kehamilan yang tidak atau belum dikehendaki.

“Secara umum terkait pandemi ini, bagaimana sekelompok pasangan usia subur tentu tidak semudah mengakses layanan kontrasepsi sebelum pandemi terjadi,” pungkas Hasto.(Zulfikar/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.